Hukum & Kriminal

Kapolrestabes Surabaya: Jangan Main Hakim Sendiri

Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Sandi Nugroho. (manik priyo Prabowo)

Surabaya (beritajatim.com) – Penerapan PSBB jilid dua di Surabaya, polisi akan maksimalkan pantau camera CCTV di Command Center untuk mendorong masyarakat agar disiplin. Masyarakat juga bisa melaporkan ke polisi secara langsung ketika ada kerumunan pada saat jam malam.

Selain digunakan sebagai pengawas keramaian warga, kamera pengintai di setiap jalan juga menjadi pengawas kejadian. Baik itu tindak kejahatan maupun kecelakaan. Oleh sebab itu, Kapolrestabes Surabaya juga berharap kepada masyarakat supaya tidak bertindak anarki atau main hakim sendiri.

“Sudah kita lakukan. Tapi ini akan kita optimalkan penggunaan kamera pengawas atau CCTv dalam rangka pemantauan wilayah. Termasuk yang ada kerumunan, yang ada keramaian. Nanti kita tinggal fokus di sana, baik itu pengawasan apa saja jenisnya. Tapi kalau ada kejahatan jangan berbuat anarki atau main hakim sendiri. Biarkan kami yang bertindak tegas, jika melawan akan ditindak tegas terukur, jika membahayakan, bisa seperti pelaku narkoba yang kita tembak,” kata Kapolrestabes Surabaya Kombes Sandi Nugroho, Rabu (13/5/2020).

Sandi menambahkan, meski dalam PSBB di Surabaya, patroli gabungan sudah dilakukan. Namun, hal itu berjalan ketika ada arahan ke titik lokasi yang menjadi kerumaan dan keramaian.

Di sisi lain tindak kriminalitas terjadi saat kawasan sepi warga. Sehingga pihak kepolisian berharap taat pada aturan jam malam PSBB.

Selain menjadi penangkal penyebaran virus corona, berdiam di rumah juga bisa menekan aksi kejahatan. Selain itu, Sandi juga mengingatkan kepada masyarakat di Kota Surabaya agar tetap waspada. Juga tetap lebih banyak di rumah.

Partisipasi masyarakat dalam penerapan sangat dibutuhkan. Seperti tetap menjaga kedisiplinan dan juga saling mengingatkan. Masyarakat juga bisa melaporkan kepihak kepolisian jika menemui hal tersebut.

“Masyarakat bisa lapor ke aplikasi Jogosuroboyo ataupun melalui telepon Polres atau melalui 110. Dengan begitu petugas akan segera tiba di lokasi dan mengamankan pelaku untuk diadili di pengadilan nantinya,” tandas Sandi. [man/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar