Hukum & Kriminal

Kapolresta Malang Kota Janji Dalami Kasus Pemilik Kelab Hajar Karyawati

Kasatreskrim Polresta Malang Kota, Kompol Tinton Yudha Riambodo.

Malang(beritajatim.com) – Kapolresta Malang Kota, AKBP Budi Hermanto berjanji akan mendalami dugaan penganiayaan kepada karyawan perempuannya berinisial MT (36) oleh pemilik kelab malam The Nine House Alfresco, Jeffry.

“Kami terima laporannya di SPKT, tak hanya sekadar menerima, kita bahkan jemput bola untuk mencari saksi, hingga memeriksa hasil visum. Karena aksi ini terjadi dalam suatu ruangan. Kalau kita hanya mengambil satu saksi itu tidak bisa, ada pun kita minta saksi yang netral, tapi sampai detik ini pun belum datang (pelapor dan terlapor),” kata Budi Hermanto.

Pria yang akrab disapa Buher ini meminta semua pihak untuk koperatif saat dimintai keterangan. Sebab, sampai saat ini polisi belum bisa mengambil keterangan dari dua belah pihak. Dia menggaransi dalam kasus ini tidak ada yang berstatus kebal hukum.

“Kami ingin coba mengambil keterangan dari korban pelapor, kita datangi rumah sakit juga tidak mau, suruh ke kuasa hukum katanya. Kita minta kerjasamanya, tidak ada yang kebal hukum, pegang kata-kata saya, saya ga perlu banyak bicara, actionnya nanti lihat saja,” ujar Budi Hermanto.

Kasatreskrim Polresta Malang Kota, Kompol Tinton Yudha Riambodo mengungkapkan kendala saat ini untuk menindaklanjuti perkara tersebut adalah belum bisa memeriksa saksi korban, korban itu sendiri dan juga dari keluarga korban yang belum mengizinkan untuk melakukan pemeriksaan.

“Kita datang ke rumah sakit juga tidak diizinkan. Hasil visum, kita cek juga belum keluar. Jadi itu kendala kami bahkan sampai saat ini. Kan tidak bisa langsung asal tangkap, kita harus periksa saksi-saksi dulu sebelum proses. Ada asas praduga tak bersalah, sesuai prinsip hukum yang ada,” tuturnya.

Kuasa hukum MT, Leo Permana mengatakan, untuk pemeriksaan polisi, dirinya akan berkoordinasi dan merundingkan kepada dokter tempat MT dirawat, yakni Persada Hospital Kota Malang.

“Jika memang itu dari pak Kapolresta menyatakan memang akan turun kejar bola kesana, coba kita kondisikam dengan RS. Apakah seseorang yang diperiksa harus mempunyai fisik yang sehat secara mental dan psikis,” ucap Leo.

Sementara itu, Jeffry mengaku telah membuat laporan polisi terkait dugaan penggelapan yang dilakukan oleh MT. Asal muasal kasus ini bermula dari tuduhan Jeffry kepada MT atas dugaan penggelapan uang. Soal dugaan penganiayaan yang dituduhkan kepada dirinya menganggap tidak ada bukti terkait penganiayaan kepada korban.

“Apakah ada saksi yang melihat kalau saya memukul Mia ? Mata nya bendol dia cari data-data karena lagi di audit di ruangan meeting kebentuk (terbentur) sendiri lemari, kok bisa di buat alasan saya yang pukul,” tandas Jeffry. (luc/kun)



Apa Reaksi Anda?

Komentar