Hukum & Kriminal

Kapolres Sumenep Minta Isu Munculnya PKI Tidak Digembar-gemborkan

Sumenep (beritajatim.com) – Kapolres Sumenep, AKBP Deddy Supriadi meminta kepada semua pihak untuk tidak menggembar-gemborkan isu munculnya kembali PKI.

“Informasi itu belum tentu kebenarannya. Jadi sebaiknya tidak digembar-gemborkan karena hanya menimbulkan keresahan di masyarakat,” katanya.

Hal itu menjadi salah satu atensi yang disampaikan Kapolres saat melakukan silahturahmi ke Pondok Pesantren Assadad, Kecamatan Ambunten, didampingi Ketua DPRD Sumenep, Hamid Ali Munir. Silaturahmi tersebut dilakukan dalam rangka peningkatan peran serta masyarakat dalam memutus mata rantai penyebaran covid-19.

“Isu PKI yang belum tentu kebenarannya itu bisa mengancam kondusifitas masyarakat. Apalagi menjelang Pilkada serentak dan masa pandemi Covid-19 saat ini,” ujar Deddy.

Ia lebih suka mengajak masyarakat untuk berperan aktif memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dengan mematuhi protokol kesehatan, yakni memakai masker, physical distancing, dan rajin cuci tangan.

“Kami berharap ada kerjasama antara kepolisian dengan tokoh ulama dalam menjaga dan menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif. Utamanya adanya wabah Covid-19 dan Sumenep sudah menjadi zona merah. Semoga cukup 7 orang saja yang positif dan tidak bertambah lagi,” paparnya.

Acara silaturahmi tersebut ditutup dengan penyerahan bingkisan dan tali asih Kapolres Sumenep kepada Pengasuh Pondok Pesantren Assadad, KH.Taifur Ali Wafa. (tem/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar