Hukum & Kriminal

Kapolres Mojokerto : Jurnalis Sebagai Garda Terdepan Pemberitaan

Kapolres Mojokerto, AKBP Feby DP Hutagalung. [Foto: misti/bj.com]

Mojokerto (beritajatim.com) – Di tengah pandemi virus corona (Covid-19), Polres Mojokerto menggelar Bhakti Sosial Peduli Jurnalis di Lapangan Tembak Wira Pratama Polres Mojokerto, Jumat (24/4/2020). Ini sebagai bentuk kepedulian Polres Mojokerto kepada wartawan sebagai garda terdepan dalam menyampaikan berita kepada masyarakat.

Kapolres Mojokerto, AKBP Feby DP Hutagalung mengatakan, walaupun dalam kondisi sedang susah dan semua dapat merasakan dampak dari Covid-19. “Mudah-mudahan dengan kita terus meningkatkan kerja sama dan sinergitas dengan seluruh elemen terutama dalam hal ini jurnalis. Mudah-mudahan virus corono bisa berakhir dari negara yang kita cintai,” ungkapnya.

Kapolres menilai, jika kerja sama sangat penting untuk menyamakan persepsi dalam rangka bagaimana untuk mencegah, menanggulangi sehingga wabah virus corona segera berakhir. Ini lantaran, jurnalis sebagai corong salah satu elemen yang bisa menyuarakan dan didenger masyarakat sebagai pemberi informasi yang penting.

“Jangan sampai justru medsos dan berita hoax yang terus menyebar dengan berbagai isu provokatornya justru akan berbahaya manakala negara kita yang sedang krisis dan kita menyadari kita sedang menghadapi krisis dengan adanya pandemi Covid-19. Manakala ini tidak bisa ditangani secara baik dan kurangnya partisipasi dan kesadaran masyarakat maka akan berdampak pada krisis lainnya,” katanya.

Yaitu krisis ekomoni sosial dan meningkat ke krisis keamanan. Kapolres menambahkan, jika krisis keamanan terjadi maka akan terjadi chaos (kekacauan). Seperti penjarahan dan unjuk rasa. Hal tersebut harus dihindari dan dicegah, namun Polri tidak bisa sendiri. Jurnalis dengan pemberitaan yang positif diharapkan bisa menjadi informasi aktual dan podoman masyarakat.

“Kita sadari ada pihak-pihak tertentu yang justru memanfaatkan kondisi negara yang dalam krisis ini seperti dalam rangka mencari panggung, moment sehingga nanti akan terjadi krisis politik pada puncaknya. Maka nanti pemerintah tidak akan dipercaya dan terjadi krisis kepercayaan, jangan sampai terjadi, terus bersinergi, kesusahan dirasakan bersama, termasuk kesenangan. Polri dan jurnalis tidak bisa dipisahkan, saling menguntungkan dan membutuhkan,” tegasnya.[tin/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar