Hukum & Kriminal

Kanwil Kemenkumham Jatim Gelar Gowes Bersama Jajaran di Mojokerto

Mojokerto (beritajatim.com) – Kepala Unit Pelaksana Teknik (UPT) Pemasyarakatan se-Jawa Timur mengikuti gowes di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIB Mojokerto. Gowes digelar oleh Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kanwil Kemenkumham) Jawa Timur.

Tak hanya diikuti Kepala Lapas/Rutan se-Jawa Timur saja, gowes yang mengambil start dan finish di Lapas Klas IIB Mojokerto, Jalan Taman Siswa Kota Mojokerto ini juga diikuti jajaran dibawahnya. Sejumlah spot menarik dilalui para peserta seperti Jembatan Rejoto dan Hutan Kota.

Kadiv Pemasyarakatan, Kanwil Kemenkumham Jatim, Pargiyono mengatakan, gowes kali pertama tersebut digelar Kanwil Kemenkumham Jawa Timur tersebut dengan tujuan untuk mempersatukan jiwa korsa Pemasyarakatan lebih dekat denganĀ  pimpinan dan jajaran di bawahnya.

“Ini ide murni ide dari saya, kebetulan domisili di Mojokerto dan dulu hobby gowes. Tapi dalam gowes tersebut untuk mempersatukan korsa Pemasyarakatan dengan mengajak para Kepala Lapas/Rutan di Jatim. Lumayan banyak yang ikut dan membawa jajarannya,” ungkapnya, Sabtu (16/11/2019).

Meski baru pertama kali digelar, namun masih kata mantan Kepala Lapas Klas IIB Mojokerto ini, jumlah pesertanya cukup banyak. Antusias para peserta untuk mengikuti gowes tersebut cukup tinggi. Sementara pemilihan Mojokerto, lanjut Pargiyono, karena medan datar dan lalu lintas tidak terlalu padat.

“Sehingga tidak membahayakan bagi para pengowes dan masyarakat yang kita lintasi ramah. Ketika sepeda yang tadinya sarana transportasi tapi sekarang justru menjadi sarana olahraga, banyak yang tertarik untuk gowes dan ajakan untuk gowes cepat direspon. Beda dengan lari atau futsal,” katanya.

Menurutnya, olahraga gowes menarik karena ada unsur refreshing dan wisata di dalamnya. Dengan gowes, para peserta bisa menikmati spot-spot yang menjadi wisata di rute yang dilalui. Seperti di rute yang dilalui di Mojokerto yakni Hutan Kota dan Jembatan Rejoto.

“Tapi tujuan utamanya, saya ingin mempersatukan korsa Pemasyarakatan lebih dekat dengan antara pimpinan dan jajaran dibawahnya karena saya tidak membatasi peserta. Bukan hanya Kepala Lapas atau Rutan di Jatim saja yang terlibat tapi jajaran dibawahnya, kepegawaian sampai terendah juga banyak yang ikut. Antusiasme cukup tinggi,” tuturnya.

Pargiyono menambahkan, disitu muncul satu rasa kebersamaan dalam menjalankan tugas Pemasyarakatan untuk menuju Pemasyarakatan lebih baik, lebih bermartabat dan lebih bersih. Karena apa? Tegas Pargiyono, Ketika berolahraga, selain mendapatkan badan yang sehat, pikiran juga fresh.

“Sehingga menjalankan tugas kedepannya lebih fresh lagi. Kedepan banyak yang menginginkan minta dijadwalkan, paling tidak sebulan sekali. Tadinya belum ada sama sekali, begitu dicoba di Mojokerto minta dijadwalkan seperti itu. Sebulan sekali tapi pindah kota, Kediri, Blitar, Tulungagung menawarkan tempat,” jelasnya.

Namun, Pargiyono kembali menegaskan, jika kegiatan tersebut tidak lain dalam rangka menjadikan lebih bersatu lagi para insan Pemasyarakatan di Jawa Timur. Dengan tujuan agar Pemasyarakatan di Jawa Timur lebih kondusif.[tin/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar