Hukum & Kriminal

Kampung Tangguh di Kabupaten Mojokerto, Warga Siapkan Sayur Gratis

Bupati Mojokerto, Pungkasiadi didampingi Kapolresta Mojokerto, AKBP Deddy Supriyadi dan Dandim 0815 Mojokerto, Letkol Inf Dwi Kawan Sutanto. [Foto: istimewa]

Mojokerto (beritajatim.com) – Sikap gotong royong dan peduli sesama di masa pandemi Covid-19, kian mengakar kuat pada warga masyarakat Kabupaten Mojokerto. Aksi nyatanya langsung diaplikasikan dalam bentuk inovasi-inovasi unik dan bermanfaat.

Salah satunya papan sayur gratis bagi warga, yang disiapkan di Kampung Tangguh Covid-19 Desa Gunungsari Kecamatan Dawarblandong. Selain sayur, disertakan juga papan nomer telepon tanggap darurat Covid-19.

Papan sayur gratis dengan motto ‘Ingat Saudaramu yang Lain, Ambil Seperlunya Taruh Semampunya’ ini diinisiasi oleh Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) Kelompok Wanita Tani (KWT) Bunga Lestari Desa Gunungsari, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto.

KRPL sendiri diwujudkan dalam satu RT/RW dusun (kampung) yang telah menerapkan prinsip Rumah Pangan Lestasri dengan menambahkan intensifikasi pemanfatan pagar hidup, jalan desa, dan fasum lain. Misalnya sekolah, lahan terbuka hijau, serta mengembangkan pengolahan dan pemasaran hasil.

Meski sudah terbentuk sebelum adanya pandemi, inovasi tersebut diharapkan mampu meringankan kebutuhan warga terdampak Covid-19 baik secara langsung maupun tidak langsung. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto pun, mengapresiasi dan terus mendorong desa-desa lain untuk terus berinovasi.

Bupati Mojokerto, Pungkasiadi saat menyerahkan bantuan Alat Pelindung Diri (APD) dan logistik Covid-19 untuk Kampung Tangguh Gunungsari dan Kampung Tangguh Desa Pucuk Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto, Selasa (7/7/2020) memberikan wejangan kepada warga.

“Kampung Tangguh untuk saat ini memang kita siagakan untuk penanggulangan Covid-19. Namun, sekalipun Covid-19 telah berhasil kita lalui nanti, saya ingin kampung ini tetap eksis dan mandiri. Potensi desa bisa hidup lagi. Kalau bisa, ciptakan lebih banyak inovasi,” ungkapnya.

Dalam arahanya, Bupati menjelaskan, pemotongan mata rantai Covid-19 harus dikerjakan bersama-sama dari seluruh elemen. Jelasnya, pemerintah daerah (pemda) hanya bertindak sebagai pendorong dan pemberi stimulus. Namun, warga masyarakat lah yang paling tahu kondisi real di lapangan.

“Kami dari pemerintah, TNI dan Polri hanya mendukung panjenengan semua. Warga masyarakat lah yang paling tahu kondisi real lapangan. Namun kalau ada yang dibutuhkan, harus kita komunikasikan sama-sama. Kita ingin pandemi ini segera berakhir,” katanya.

Sebagai informasi, sebelum menilik Kampung Tangguh Desa Gunungsari dan Desa Pucuk Kecamatan Dawarblandong, Bupati menerima penyerahan bantuan sembako penanggulangan Covid-19 dari PT Ajinomoto berupa 15 ton beras dalam dua tahap.

Pada masa pandemi ini, PT Ajinomoto tetap beroperasi normal dengan menerapkan protokol kesehatan. Tidak ada Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang terjadi di PT Ajinomoto, namun adanya kebijakan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) demi keselamatan karyawan. [tin/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar