Hukum & Kriminal

Kalah Gugatan, Hakim Perintahkan Eks Karyawan PT Smelting Gresik untuk Bayar Utang

Suasana sidang gugatan perdata PT Smelting Gresik dengan eks karyawan yang digelar di Pengadilan Negeri Gresik.

Gresik (beritajatim.com) – Eks karyawan PT Smelting Gresik yang masuk kategori pemutusan hubungan kerja (PHK) diwajibkan membayar utang. Pemutusan itu berdasarkan Dalam perkara nomor 18/Pdt.GS/2020/PN.Gsk, yang digelar di Pengadilan Negeri Gresik, Senin (13/07/2020).

Sidang yang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Ariyas Deddy, SH memutuskan berdasarkan gugatan perdata nomor 18/Pdt.GS/2020/PN.Gsk eks karyawan yang masih mempunyai tanggungan utang piutang perusahaan diwajibkan membayar.

“Memutuskan perkara tuntutan perdata agar membayar kewajiban utang piutang perusahaan,” ujarnya.

Sementara, penasehat hukum (PH) PT Smelting Gresik Hari Purnama mengatakan, sebelum putusan ini, kliennya sudah melaksanakan kewajiban membayar hak-hak eks karyawan. Setelah mereka menerima haknya mereka mempunyai uang. Tapi, utang-piutang seperti bantuan perumahan, pinjaman darurat serta pembayaran asuransi wajib dikembalikan ke perusahaan.

“Sebenarnya klien kami berharap ada itikad baik. Tetapi, setelah ditunggu mereka eks karyawan malah tidak membayar. Sebaliknya, menggugat lagi. Ada lima gugatan yang diajukan tapi semuanya ditolak oleh PN Gresik,” katanya.

Atas dasar itu lanjut Hari Purnama, PT Smelting Gresik melawan hukum tidak terbukti. Pasalnya, setelah ada putusan PHK eks karyawan asuransinya tidak ditanggung, dan sudah dikualifikasikan mengundurkan diri.

“Berdasarkan itu gugatan mereka ditolak oleh PN Gresik,” ungkapnya.

Ia menambahkan, dari 308 eks karyawan PT Smelting Gresik, ada 258 karyawan yang digugat. Sementara sisanya, sudah mengembalikan kewajibannya terkait hutang piutang.

“Salah satu yang masuk sita jaminan terhadap pihak tergugat adalah Kasman Danny Sasmito yang permohonannya dikabulkan oleh hakin. Rumah milik tergugat di Jalan Samanhudi, Kelurahan Karangpoh, Kecamatan/Kabupaten Gresik, terancam disita dan dieksekusi. Permohonan sita jaminan kami dikabulkan hari ini,” imbuhnya.

Selain eks karyawan di atas. PT Smelting Gresik juga menggugat balik satu persatu mantan karyawannya. Sebab, mereka masih mempunyai tanggungan hutang yang belum dilunasi senilai Rp 22 miliar.

Utang tersebut berasal dari kekurangan pembayaran bantuan perumahan, kelebihan pembayaran upah, kekurangan pembayaran asuransi dan hutang pinjaman darurat.

“Kami sudah melakukan gugatan juga di Pengadilan Lamongan dan Sidoarjo,” urainya.

Sebelumnya, PT Smelting sudah membayar kewajibannya eks karyawannya senilai Rp 21 miliar kepada 304 mantan karyawannya. Penyerahan uang itu diserahkan langsung melalui Penasehat Hukumnya dan disaksikan oleh Panitera Pengadilan Negeri/Hubungan Indutrial Gresik Kelas IA. [dny/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar