Iklan Banner Sukun
Hukum & Kriminal

Kakek di Jombang Hamili Bocah SD

foto/ilustrasi

Jombang (beritajatim.com) – Satreskrim Polres Jombang membekuk MA (55), seorang kakek asal Kecamatan Mojowarno. Dia diduga melakukan tindakan asusila. Yakni memperkosa gadis berusia 12 tahun yang baru lulus SD (sekolah dasar). Kini korban hamil dua bulan.

MA hanya menunduk ketika digelandang polisi. Tangannya terborgol, tubuhnya mengenakan baju tahanan warna oranye. Tersangka ditahan di Polres Jombang. Dia menjalani pemeriksaan lebih lanjut atas kasus tersebut.

Kasatreskrim Polres Jombang AKP Teguh Setiawan menjelaskan, awalnya kasus tersebut ditangani Polsek Mojowarno. Karena menyangkut anak di bawah umur, kemudian dilimpahkan ke Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (UPPA) Satreskrim Polres Jombang. “Pelaku sudah kita tahan,” kata Teguh, Jumat (16/7/2021).

Dari pemeriksaan diketahui bahwa pelaku melakukan perkosaan terhadap korban pada empat bulan lalu. Awalnya, korban bermain layang-layang di dekat rumah kosong. Bocah yang masih ingusan itu tidak menyangka, MA sedang mengawasi dari dalam rumah tersebut.

Capek bermain, korban istirahat di rumah tersebut. Nah, saat itulah pelaku menarik korban ke dalam rumah kosong. Dia memaksa bocah tersebut untuk melakukan hubungan layaknya suami istri. Korban melawan. Namun dia kalah tenaga. Kehormatan bocah 12 tahun itu terenggut di rumah kosong.

Merasa aman-aman saja, MA berusaha mengulangi perbuatannya di kesempatan yang lain. Kejadian selanjutnya, MA membuntuti korban yang sedang bermain. Kebetulan lokasi di dekat rumah pelaku. Lagi-lagi, MA memanggil korban ke rumah. Membujuknya untuk melakukan hubungan badan.

“Pengakuan pelaku, melakukan hubungan badan sebanyak tiga kali dengan korban. Namun masih kita dalami. Pelaku juga mengaku memberi uang korban antara Rp100 hingga 200 ribu setelah melakukan perbuatan itu,” sambung Teguh.

Terbongkarnya kasus itu bermula ketika korban mengeluhkan tidak enak badan. Badannya pucat. Makan tidak doyan. Orangtua korban kemudian memeriksakan keganjilan pada tubuh sang anak. Nah, dari situlah diketahui bahwa korban sudah berbadan dua. Korban juga mengakui siapa yang menabur benih di rahimnya.

Karena tidak terima orangtua korban melaporkan kejadian itu ke polisi. Penyelidikan pun dilakukan oleh korps berseragam coklat. Hingga akhirnya, warga Kecamatan Mojowarno ini ditangkap. “Penahanannya kita lakukan kemarin,” kata Teguh menegaskan. [suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar