Iklan Banner Sukun
Hukum & Kriminal

Kakak Beradik Dihajar Pakai Rantai, Senjata Angin, dan Kursi Ditumpangkan ke Kaki

Komplotan pelaku penganiayaan terhadap kakak beradik di bawah umur di Magetan saat diamankan pihak kepolisian.

Magetan (beritajatim.com) – Lima orang pelaku penganiayaan terhadap kakak beradik asal Kecamatan Parang, Magetan dicokok Polres Magetan, Sabtu (8/1/2022). Mereka ditangkap di rumah masing-masing. Dari keterangan saksi dan pelaku, polisi mengetahui bahwa ada beberapa alat yang digunakan untuk menganiaya kakak beradik G (16) dan F (14) itu.

AKP Rudy Hidajanto mengungkapkan, pelaku diantaranya menggunakan rantai dan senjata angin untuk memukul korban dan kursi yang diduduki untuk menekan kaki korban. Menurutnya, masih akan ada beberapa bukti tambahan seiring dengan pendalaman penyidikan.

Lima orang itu adalah Sumiran (55) si otak kejahatan, Sarmin (40) dan Arfian (19) warga Desa Pragak, Muji (36) warga Desa Krajan, dan Ambon (45) warga Desa Tamanarum, Kecamatan Parang, Magetan.

”Lima orang ini melakukan kekerasan dengan bersama-sama. Semua pelaku ini mengintimidasi dan menginterogasi korban yang dituduh melakukan pencurian tiga krat minuman keras. Hingga melakukan kekerasan fisik dan memukul korban dengan rantai, senjata angin, dan kursi yang diduduki pelaku untuk menekan kaki korban,” katanya.

Dari hasil visum, kedua korban memiliki luka lebam di hampir sekujur tubuh, bengkak di kaki, luka bakar akibat sundutan rokok di leher dan paha. Sekaligus, ada beberapa saksi yang membenarkan tindakan keji para pelaku sehingga mereka diamankan di Mapolres Magetan.

Untuk tindakan asusila yang dilakukan oleh oknum pensiunan terhadap kedua korban, polisi masih membutuhkan sejumlah alat bukti dan saksi. Menurutnya, masih butuh pendalaman terkait adanya tindakan asusila. Terlebih, pengakuan korban yang dijual ke waria untuk memuaskan nafsu.

”Untuk dugaan pencabulan, masih kami dalami kembali. Karena kedua korban mengaku dilecehkan beberapa kali, terlebih sang kakak yang mengaku sering diajak berbuat asusila meski menolak,” pungkasnya. [fiq/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar

beritajatim TV

Monstera Cafe, Tempat Kopi Hits di Puncak Kota Batu

APVI Tanggapi Soal Kenaikan Cukai Rokok Elektrik

Anoa Dataran Rendah Koleksi KBS Mati