Hukum & Kriminal

Kajati Jatim: Tanggung Jawab Makin Bertambah

Kajati Jatim, Mohamad Dofir menerima PWI Jatim Award 2020 dari Ketua PWI Jatim Ainur Rohim

Surabaya (beritajatim.com)-Apresiasi yang diberikan pihak lain kepada Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim bukan sekadar bermakna pengakuan atas prestasi lembaga tersebut. Apresiasi pihak itu menjadi tambahan tanggung jawab bagi insan di lingkungan Kejati Jatim agar bekerja lebih baik lagi.

Hal itu dikatakan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jatim, Dr H Mohamad Dofir, SH saat menerima beberapa pengurus PWI Provinsi Jatim di Surabaya, Senin (4/5/2020).

“Apresiasi yang kita terima, termasuk dari rekan-rekan PWI Jatim ini, menjadi tambahan tanggung jawab bagi kami untuk terus bekerja lebih baik di masa depan,” kata Dofir.

Pada peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2020 tingkat Jatim, Kajati M Dofir mendapatkan PWI Jatim Special Award 2020. Penghargaan tersebut diserahkan Ketua PWI Jatim Ainur Rohim kepada M Dofir didampingi sejumlah pengurus PWI, seperti Sekretaris PWI Eko Pamuji, Ketua Dewan Kehormatan Joko Tetuko Abdul Latif, anggota Dewan Kehormatan Indro Sulistyo, Seksi Hubungan Antarlembaga Ferry Is Mirza, dan Seksi Ekonomi Bisnis Yuristiarto Hidayat.

“Relasi kita ke depan harapannya makin baik, dengan tetap mengedepankan peran dan fungsi masing-masing sesuai ketentuan yang berlaku,” tambah Dofir.

Dia mengutarakan, pada tahun 2019, sejumlah langkah Kejati Jatim memperoleh apresiasi dari publik. Misalnya, Kejaksaan berhasil menuntaskan kasus Yayasan Kas Pembangunan Kota Surabaya (YKP KMS).

Di mana Kejaksaan telah menyelamatkan aset negara senilai Rp 10 triliun dari kasus ini. Di samping itu, perkara gedung Gelora Pancasila, Jalan Kenari Surabaya,  dan Jalan Upa Jiwa juga diselamatkan Kejaksaan dari kemungkinan penyalahgunaan oleh pihak lain.

“Kita terus bekerja keras untuk memberantas korupsi. Pelibatan kita dalam proyek Umbulan yang bertujuan menyediakan air bersih untuk warga Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo, dan Kabupaten Gresik juga terbukti membawa dampak positif. Sejumlah hambatan di lapangan bisa kita selesaikan bersama,” ungkap Dofir.

M Dofir bersama sejumlah pengurus PWI Jatim.

Selain itu, katanya, secara internal, institusi Kejaksaan Tinggi Jatim dan Kejaksaan Negeri di seluruh kabupaten/kota di Jatim, terus melakukan pembenahan internal.

“Pada 2019, tambahnya, Kejati Jatim kembali memperoleh anugerah zona Integritas Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dari KemenPAN-RB. “Ada 7 Kejaksaan Negeri yang memperoleh apresiasi serupa,” ujarnya.

“Hubungan kami dengan Forkopimda Jatim juga berjalan dengan baik. Misalnya, saat Pileg dan Pilpres 2019 lalu, sinergi kami berjalan harmonis dan dinamis, sehingga hajatan politik tersebut berlangsung aman dan terkendali di Jatim,” tambahnya.

2.500 Paket Sembako
Wabah virus corona  (Covid-19) juga memperoleh perhatian keluarga besar Kejati Jatim. Selain menerapkan protokol covid-19 dalam kinerjanya, seperti menjaga jarak, bermasker, memakai hand sanitizer, tak menggelar kegiatan bersifat massal, dan lainnya, Kejati Jatim memberikan bantuan sebanyak 2.500 paket sembako kepada desa dan kelurahan di Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo, dan Gresik yang menerapkan kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

“Insya Allah, hari Selasa (5/5/2020) sebanyak 2.500 paket sembako kita salurkan ke wilayah yang menerapkan  kebijakan PSBB. Pada Senin (4/5/2020) tadi, kami juga membagikan 3.000 masker yang bisa dipakai ulang setelah dicuci. Masker sebanyak itu dalam tempo cepat sudah habis,” ungkapnya.

Langkah konkrit tersebut sebagai wujud kepedulian dan kesetiakawanan sosial keluarga besar Kejati Jatim kepada warga terdampak covid-19. M Dofir mengingatkan agar warga mengikuti dan mematuhi secara konsisten protokol covid-19. Tujuannya, agar mata rantai penyebaran dan penularan virus tersebut segera bisa dihentikan.

“Ikuti protokol covid-19 dengan baik. Semoga masalah ini segera selesai dan kita semua bisa beraktifitas normal kembali,” katanya penuh harap.  [air]

Apa Reaksi Anda?

Komentar