Hukum & Kriminal

Kadisperta Suliestyawati Sudah Mengundurkan Diri

Tersangka proyek pembangunan irigasi sumur dangkal di Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto tahun 2016, Suliestyawati

Mojokerto (beritajatim.com) – Kepala Dinas Pertanian (Kadisperta) Kabupaten Mojokerto, Suliestyawati ditetapkan sebagai tersangka proyek pembangunan irigasi sumur dangkal di Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto tahun 2016. Pemkab Mojokerto menegaskan, yang bersangkutan sudah tidak lagi menjabat sebagai Disperta.

Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Mojokerto, Susantoso mengatakan, Sulies (sapaan akrab, red) telah mengajukan pengunduran diri sebagai pejabat eselon II sejak akhir September lalu. Status pengunduran baru di ACC pada tanggal 7 Oktober lalu.

“Sudah di-Plt (Kadisperta). Kabid di situ (pengganti),” ungkapnya singkat, Sabtu (12/10/2019).

Jabatan Suliestyawati digantikan Agus Harjito. Agus merupakan dokter hewan yang juga menjabat kepala Bidang Kesehatan Hewan (Keswan) di Disperta Kabupaten Mojokerto. Sejak itu, surat pengunduran diri di ACC Sulies hanya sebatas staf di Disperta. Meski kedudukannya sebagai pejabat telah digeser, namun Sulies tetap ke kantor.

Di Dinas Peternakan dan Perikanan (Dispari) Kabupaten Mojokerto, Sulies ditunjuk sebagai pelaksana tugas (Plt) sejak dua tahun terahir. Namun BKPP mencatat, Sulies tak lagi ngantor lantaran telah mengajukan cuti besar. Cuti ini biasanya dimanfaatkan ASN yang sedang ibadah haji karena, cuti ini bisa berlangsung hingga tiga bulan.

Kejaksaan Negeri (Kejari) Kejari Kabupaten Mojokerto tengah menyelidiki indikasi perbuatan pidana dalam proyek pembangunan irigasi sumur dangkal di Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto tahun 2016. Penyidik menemukan indikasi kerugian negara sebesar Rp519.716.400 dari proyek dengan nilai pagu sebesar Rp4,1 miliar.

Pembangunan irigasi air tanah dangkal atau sumur dangkal di Kabupaten Mojokerto ini terbagi dalam lima paket untuk pembangunan di 38 yang tersebar di 10 kecamatan. Berdasarkan kontrak, proyek untuk mendukung pengairan sawah petani itu menelan anggaran sebesar Rp3.709.596.000. Namun, dari nilai kontrak itu, anggaran yang diserap hanya Rp2.864.190.000.

Pengeledahan pun dilakukan oleh tim penyidik di Disperta dan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKA). Di tengah proses penyidikan ini, Sulies mendadak mengajukan pengunduran diri dari jabatan sebagai Kadisperta. Surat pengunduran diri sebagai pejabat eselon II dilayangkan pada 25 September lalu. [tin/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar