Hukum & Kriminal

Kasus Robohnya Ruang Kelas

Kadisdik Sampang Mengaku Siap Hadiri Pangilan Penyidik

Sampang (beritajatim.com) – Penangganan kasus robohnya bangunan ruang kelas baru SMP Negeri 2 Ketapang yang terjadi sekitar 2017 lalu  nampaknya bakal mencatut Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sampang.

Pasalnya, dalam waktu dekat penyidik kepolisian akan memanggil Kadisdik Moh Jupri Riyadi untuk diperiksa.

“Saya tidak mau berlama-lama menanggani kasus, secepatnya akan kami proses. Bahkan minggu depan berencana gelar perkara,” kata AKP Subiyantana, Kasat Reskrim Polres Sampang, Rabu (26/6/2019).

Lebih lanjut Subiyantana menambahkan, dalam kasus robohnya ruang kelas di SMP Negeri 2 Ketapang tersebut. Sudah ada dua orang yang ditetapkan sebagai tersangka.

“Kami juga sudah memeriksa kontraktor, sub kontraktor, pengawas dan pelaksana,” imbuhnya.

Terpisah, Kadisdik Sampang, Jupri Riyadi saat ditemui diruang kerjanya mangaku siap menghadiri pangilan kepolisian untuk memberikan keterangan tentang ambruknya ruang kelas baru SMP Negeri 2 Ketapang. Bahkan, pihaknya sempat menceritakan kronologis sebelum ruang sekolah tersebut ambruk.

“Selaku PPK saat itu, saya berani mencairkan karena progres dari pengawas serta fotonya sudah selesai. adapun empat bulan kemudian kok ada tiang penyangga, ternyata kuda-kudanya patah. Kemudian saya pulang dan memerintahkan kepada kontraktor untuk melakukan perbaikan karena semampang masih dalam masa perawatan maka bisa dilakukan perbaikan, dan itu sudah saya sampaikan kepada penyidik sebelumnya. Jika ada pemangilan lagi, saya tidak bisa berkomentar karena belum dipangil,” tandasnya.

Sekedar diketahui, rehab ruang kelas baru di SMP Negeri 2 Ketapang, Kabupaten Sampang, menelan anggaran Rp 130 juta. Setelah selesai rehap sekitar empat bulan kemudian bangunan tersebut ambruk.[sar/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar