Iklan Banner Sukun
Hukum & Kriminal

Kades di Madiun Ini Terkejut Tahu Warganya Produksi Ribuan Liter Miras Ilegal

Anggota Polres Madiun Kota saat mendatangi lokasi produksi miras di Desa Sidomulyo, Sawahan, Kabupaten Madiun, Jumat (27/5/2022).

Madiun (beritajatim.com) – Kepala Desa Sidomulyo Setiyo Margono terkejut saat pihak kepokisian mendatangi rumah di wilayah desanya tepatnya di Desa Sidotopo kelurahan setempat. Rupanya di rumah yang dikontrak oleh salah satu warga Surakarta itu memproduksi minuman keras.

Padahal, setahu Setiyo, rumah itu digunakan untuk produksi hand sanitizer. Dia mengaku tidak tahu menahu perihal kegiatan illegal tersebut hanya bisa memberikan keterangan bahwa rumah yang telah disegel polisi itu dikontrak seorang pria asal Surakarta pada tiga bulan yang lalu.

“Kami tidak menaruh curiga apa-apa, karena lingkungan yang kondusif. Yang kami tahu, rumah itu dikontrak pria dari Surakarta tiga bulan yang lalu, pendataannya ada pada tingkat RT. Kalau informasinya dulu akan digunakan untuk pembuatan hand sanitizer,” jelas Setiyo Margono saat turut mendatangi lokasi produksi miras ilegal, Jumat (27/5/2022).

Anggota Polres Madiun Kota saat mendatangi lokasi produksi miras di Desa Sidomulyo, Sawahan, Kabupaten Madiun, Jumat (27/5/2022)

Terpisah, Kapolresta Madiun AKBP Suryono menyebut pengungkapan ribuan liter miras ini bermula dari penangkapan penjual minuman keras jenis arak jowo di sebuah kios di Kecamatan Kartoharjo.

“Usai dilakukan penyelidikan pengembangan kasus, akhirnya kita temukan sebuah rumah di jalan Sidotopo, Desa Sidomulyo, Sawahan, Madiun yang digunakan sebagai tempat produksi arak jowo. Selanjutnya kami lakukan penggerebekan, lima orang karyawan kami amankan. Yaitu S (38) warga Lamongan, empat orang warga Madiun antara lain SN (39), DRA (18), NC (33) dan SEC (23) sebagai karyawan,” kata Suryono dalam press rilis, Jumat (27/5/2022).

Pihaknya turut mengamankan barang bukti berupa 800 liter tetes tebu, 90.000 liter tetes tebu siap masak, 900 liter arak jowo yang siap didistribusikan, enam set alat untuk proses produksi, dua buah buku transaksi keuangan, satu unit mobil merk Mitsubishi bernopol AE 1689 XG untuk distribusi.

Dalam sekali proses memasak atau penyulingan menghasilkan rata-rata 4 jerigen minuman beralkohol kapasitas masing-masing 30 liter atau 120 liter dan dalam sehari semalam (karyawan 2 shift/jadwal) dapat menghasilkan 16 jerigen atau 480 liter.

Anggota Polres Madiun Kota saat mendatangi lokasi produksi miras di Desa Sidomulyo, Sawahan, Kabupaten Madiun, Jumat (27/5/2022)

Setiap jerigen dijual dengan harga Rp. Rp. 350.000 hingga Rp. 370.000 dan menghasilkan keuntungan rata-rata sebanyak Rp. 20.000.000 per bulan. Wilayah peredaran Kota Madiun, Kabupaten Madiun dan Kabupaten Magetan.

“Mereka beroperasi baru satu bulan ini. Pasal yang kita sangkakan 204 ayat 1 KUHP, ancaman hukuman 15 tahun penjara. Pasal 62 Jo pasal 8 ayat 1 huruf A dan I UU nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, serta UU RI nomor 18 tahun 2012 tentang Pangan pasal 140, 142 dan pasal 106 UU RI nomor 7 tahun 2014 tentang Perdagangan. Diantaranya ada hukuman maksimal 15 tahun penjara dan denda Rp 10 miliar,” pungkas Suryono. [fiq/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar