Hukum & Kriminal

Jupri Riyadi Belum Diserahkan ke Kejaksaan Sampang?

:Kantor Kejaksaan Negeri Sampang

Sampang (beritajatim.com) – Rencana pelimpahan perkara tahap II yang melibatkan tersangka M.Jupri Riyadi mantan Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sampang, dengan kasus dugaan korupsi berjemaah yang menyebabkan ambruknya Ruang Kelas Baru (RKB) SMP Negeri 2 Ketapang, kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) Sampang, Jumat (27/9/2019) gagal.

Jaksa Fungsional Kejari Sampang, Munarwi saat dikonfirmasi mengaku sempat berkomunikasi dengan pihak Polres Sampang, jika memang ada rencana pelimpahan tersangka pada hari ini.

“Memang infonya hari ini, tadi penyidik ke sini untuk melakukan tahap II kasus SMPN 2 Ketapang. Cuma sampai sore ini masih belum datang tersangkanya,” terangnya.

Munarwi menjelaskan, tahap II maksudnya yaitu pelimpahan barang bukti sekaligus tersangkanya, setelah semua diserahkan kepada Kejari maka kemudian diproses kembali yakni akan dilakukan pelimpahan berkas perkaranya ke Pengadilan Tipikor Surabaya.

“Jumlah tersangka dalam kasus ambruknya SMP N 2 Ketapang semuanya ada tujuh orang. Satu orang sudah dalam penuntutan, empat orang sudah jalani Sidang Dakwaan,” katanya.

Sementara salah satu petugas dari penyidik Polres Sampang, saat ditemui di kantor Kejari belum bisa memberikan keterangan mengenai alasan penundaan agenda tahap II M.Jupri Riyadi.

“Langsung ke atasan kami mas, kami hanya menjalankan tugas,” ucap polisi berpakaian preman.

Terpisah, Kapolres Sampang, AKBP Didit Bambang Wibowo saat dikonfirmasi melalui telpon selulernya belum memberikan keterangan yang jelas terkait penundaan agenda pelimpahan tahap II kasus SMP N 2 Katapang tersebut. Hanya saja, Kapolres yang baru menjabat di Sampang itu, berjanji akan merilisnya.

“Iya ditunda, Senin depan ini kami akan rilis,” janjinya.

Sekadar diketahui, dalam kasus ini ada tujuh orang yang ditetapkan sebagai tersangka. Bahkan lima orang sudah menjalani persidangan di Tipikor Surabaya, diantaranya Abd Azis, Mastur Kiranda, Nuriman, Didik Haryanto dan Sofyan. Sedangkan dua berkas dengan dua tersangka yakni Akh Rojiun dan M Jupri Riyadi masih dalam proses tahap II. Keduanya ditetapkan tersangka karena satusnya sebagai PPTK dan PPK dalam kegiatan pembangunan tersebut.[sar/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar