Hukum & Kriminal

Jumat Tingkepan, Senin Suami Diculik dan Dibunuh

Para pelayat masih mendatangi rumah korban di Sumenep

Sumenep (beritajatim.com) – Kehilangan suami untuk selama-lamanya, menjadi sebuah pukulan paling berat bagi Mei Nuriawati (27), warga Kecamatan Pakis Kabupaten Malang. Apalagi saat ini ia tengah mengandung anak pertamanya, buah cintanya dengan Bangkit Maknutu Dunirat (30), warga Desa Karang Buddi, Kecamatan Gapura, Kabupaten Sumenep . Usia kehamilannya saat ini mencapai 7 bulan.

“Saya sama sekali tidak punya firasat apapun kalau akan kehilangan mas Bangkit selama-lamanya. Hari-hari sebelum ini semua berjalan baik-baik saja. Tidak ada hal yang aneh,” kata Mei Nuriawati, Sabtu (10/10/2019).

Ia menuturkan, dua hari sebelum suaminya diculik dan dibunuh, dirinya melangsungkan prosesi ‘tingkepan’ atau 7 bulanan kandungan. Prosesi adat itu dilaksanakan di kediaman Mei di Malang, dihadiri oleh ibu kandung Bangkit dan kerabat-kerabatnya dari Sumenep.

“Di rumah ngadakan tingkepan itu hari Jumat. Ibu mertua dari Sumenep juga datang. Hari Seninnya, mas Bangkit ke Surabaya untuk mengikuti training selama tiga hari, bagi sales baru UMC Suzuki. Saya tidak menyangka kalau itu pertemuan terakhir saya dengan mas Bangkit,” ujarnya sambil meneteskan air mata.

Jenazah Bangkit ditemukan warga di dalam Sungai Watu Ondo, bawah Jembatan Cangar I, Dusun Jurang Kuali, Desa Sumber Brantas, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Rabu (16/10/2019). Korban ditemukan dengan luka robek di bagian dahi atas sebelah kiri, dan kedua mata lebam. Selain itu, korban juga dalam kondisi kedua tangan terikat di depan.

Sebelum dibunuh, korban diculik oleh para pelaku menggunakan Suzuki Ertiga warna Silver No. Pol. W 1805 VB. Di dalam mobil, tangan korban diikat dan mulut disumpal. Di dalam mobil itu, korban dianiaya para pelaku dengan tangan kosong dan senjata tajam. Kemudian sesampai di Jembatan Cangar, korban dibenturkan pada tiang besi penghalang dan ditendang hingga jatuh ke dalam sungai berbatu-batu sedalam 50 meter. Korban ditemukan di dasar jurang dalam kondisi tak bernyawa.

“Para pelaku harus dihukum setimpal. Itu pembunuhan berencana. Pelakunya, terutama otak pelaku, yakni Rulin, mantan pacar mas Bangkit dan suami Rulin, harus dihukum mati atau seumur hidup,” ujar Mei.

Pada JumatĀ (18/10/2019) polisi berhasil meringkus empat pelaku penculikan dan pembunuhan Bangkit. Masing-masing bernama Rulin Rahayu Ningsih (32), mantan pacar korban, suami Rulin, Bambang Irawan (27), Kresna Bayu (22), Rizaldy Firmansyah (19). Sementara AR (27) dan MI (20) masih menjadi buronan polisi.

Versi Polisi, motif penculikan dan pembunuhan itu dipicu sakit hati salah satu tersangka yakni Rulin, mantan pacar korban. Ia merasa ditipu oleh korban terkait jual beli mobil semasa mereka pacaran sejak tahun 2015-2017. Saat mereka putus, menurut pengakuan Rulin, masih ada tunggakan pembayaran mobil yang belum terselesaikan. Akibatnya, tersangka kerap didatangi ‘debt collector’. Sementara ketika Rulin mendatangi rumah korban di Sumenep pada 2017 meminta agar korban menyelesaikan segala tanggungannya, tersangka malah diusir oleh korban. (tem/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar