Hukum & Kriminal

Beredar Video Seolah-olah Ada Rapat di KPK sebelum Demonstrasi Mahasiswa

Jubir KPK: Video Tersebut Tidak Benar

Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah

Jakarta (beritajatim.com) – Menjawab beberapa pertanyaan wartawan dan masyarakat yang mengkonfirmasi adanya video yang beredar hari ini yang diframing seolah-oleh peristiwa itu adalah rapat beberapa saat sebelum Demonstrasi mahasiswa dilakukan di Gedung DPR.

“Perlu kami tegaskan bahwa hal tersebut tidak benar,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Selasa (25/9/2019) malam.

Menurutnya, informasi yang benar adalah, pada 11-12 September 2019 KPK menerima audiensi sejumlah perwakilan masyarakat antikorupsi seperti GAK dan Akademisi yang konsern dengan isu antikorupsi serta perwakilan Pimpinan Badan Eksekutif Mahasiswa.

KPK mengajak semua pihak menghargai niat tulus dari para mahasiswa dan masyarakat yang menyuarakan pendapatnya. Jangan sampai mahasiswa dituduh digerakkan oleh pihak-pihak tertentu. “Bahkan pada saat itu, KPK mempublikasikan audiensi tersebut melalui rilis ke media dan beberapa foto, yaitu KPK Menerima Kedatangan Sejumlah BEM, GAK dan Alumni Perguruan Tinggi pada 12 September 2019,” kata Febri.

Rilis itu, lanjut Febri, setelah Surat Presiden terkait revisi UU KPK ditandatangani. Sejumlah unsur masyarakat mendatangi KPK. Dukungan dari mahasiswa dan masyarakat kampus ini mulai berdatangan sejak Rabu, 11 September 2019 pukul 21.00 WIB hingga dini hari Kamis, 12 September 2019.

“Prosesi dimulai dengan Badan Eksekutif Mahasiswa dari berbagai universitas menyalakan lilin yang berukir huruf S.O.S dan menembakkan lampu laser ke Gedung Merah Putih KPK,” kata Febri.

Mereka menyatakan NYALAKAN TANDA BAHAYA karena Indonesia semakin dirundung darurat korupsi dengan adanya Calon Pimpinan KPK yang bermasalah, revisi UU KPK, dan revisi UU KUHP. Sebanyak 75 orang mahasiswa berencana bermalam di depan Gedung Merah Putih KPK, sebagai simbol menjaga KPK dari pelemahan dan pihak-pihak yang ingin mengganggu kerja pemberantasan korupsi di Indonesia.

Kemudian dilanjutkan dengan pertemuan seluruh pendukung KPK di Ruang Konferensi Pers Gedung Merah Putih KPK. Pertemuan tersebut dihadiri oleh BEM Universitas Indonesia, BEM Universitas Trisakti, BEM Universitas Indraprasta PGRI, BEM UIN Jakarta, Gerakan Antikorupsi Lintas Perguruan Tinggi, Ahli Hukum Pidana UI Gandjar Laksmana Bonaprapta, Direktur Pusat Studi Konstitusi Universitas Andalas Feri Amsari, Pegiat Antikorupsi Saor Siagian, dan pegiat antikorupsi dari Gerakan Antikorupsi Lintas Perguruan Tinggi.

Pertemuan ini dimulai sekitar pukul 00.10 WIB yang hingga saat ini masih berlangsung. Beberapa hal yang dibahas antara lain adalah terkait dengan penolakan terhadap Calon Pimpinan KPK yang bermasalah, Revisi UU KPK, dan Revisi UU KUHP. [hen/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar