Hukum & Kriminal

Jualan Sepi karena Corona, Penjual Gado-gado Curi Uang di Toko

Sidoarjo (beritajatim.com) – Tak bisa bayar utang di bank sementara usaha sedang sepi karena wabah virus Corona, pasangan suami isteri (pasutri) Ongky Sumadinata (33) dan Weny Suhartika Fitri (29) asal Tulangan nekat mencuri uang. Pencurian dilakukan di laci toko sembako di Desa Durungbedug Kec Candi, Jumat (7/8/2020).

Ironisnya, aksi penjual gado-gado itu kepergok pemilik toko, kemudian ditegur dan diteriaki maling oleh korban. Saat digiring petugas ke mobil patroli, keduanya menjadi sasaran amuk massa yang memadati lokasi.

AKP Yulie Khrisna menceritakan, modus yang dilakukan pasutri itu, pelaku perempuan berpura-pura membeli dan suaminya menunggu di luar di atas sepeda motor.

“Pelaku perempuan pura-pura beli snack. Melihat kondisi sepi, kemudian pelaku mengambil uang dalam laci kotak uang toko,” katanya.

Ditambahkan Yulie, saat beraksi, diketahui sang pemilik toko. Tanpa pikir panjang, pemilik toko langsung meneriaki maling. Begitu tertangkap oleh warga, keduanya dilaporkan ke aparat desa kemudian diteruskan ke Polsek Candi.

“Meski uang dikembalikan ke pemilik toko namun kedua pelaku tetap diproses. Saat ini, kedua pelaku diamankan di Mapolsek Candi untuk penyelidikan lebih lanjut,” tegasnya.

Pengakuan Weny, ia mencuri uang baru kali ini, karena tidak bisa bayar utang di bank. Di tengah pandemi Covid-19, penghasilan dari jualan gado-gado tidak cukup untuk kebutuhan sehari-hari.

“Penghasilan jualan gado-gado di tengah pandemi Covid-19 dirasa menurun, dan harus menutupi utang di bank,” tukasnya menirukan pengakuan pelaku.

Masih kata Yulie, pemilik toko juga mengaku sering kehilangan uang dan tidak tahu siapa yang mencuri. Keduanya juga diakui sering membeli di toko snack tersebut. “Dari keduanya, petugas menyita uang senilai Rp 2.175.000,” rinci dia. [isa/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar