Hukum & Kriminal

Jualan Miras, 2 Rumah Warga Kediri Digerebek Polisi

Kediri (beritajatim.com) – Petugas Polsek Pare menggerebek dua tempat penjualan minuman keras tanpa izin. Dari penggerebekan tersebut, petugas mengamankan dua pelaku dan menyita ratusan botol miras jenis arak jowo dan tiga jiregen berisi miras arak jowo.

Dua pelaku penjual miras tanpa izin tersebut adalah Mochamad Yani (54) tukang becak warga Kecamatan Pare dan Maemunah (59) warga Desa Bendo Kecamatan Pare Kabupaten Kediri.

Kapolsek Pare Iptu I Nyoman Sugita mengatakan, penggerebekan tempat jual miras itu bermula Informasi dari masyarakat. Setelah dilakukan serangkaian penyelidikan petugas melakukan penggerebekan. “Penggerebekan miras ini bermula dari tindak lanjut Informasi masyarakat, ” tutur Iptu I Nyoman Sugita.

Rumah Mochamad Yani lebih dulu digerebek. Saat dilakukan penggeledahan menemukan barang bukti miras sebanyak tiga jiregen berisi miras. Selain itu petugas juga mengamankan 24 botol ukuran besar miras arak jowo dan 13 botol ukuran kecil berisi miras arak jowo. “Mochamad Yani ini selain bekerja sebagai tukang becak juga menjual miras, ” terang Iptu I Nyoman Sugita.

Selanjutnya dari pengakuan tersangka miras itu dari Maemunah perempuan asal Desa Bendo. Petugas pun langsung melakukan penggerebekan di rumah Maemunah. Dari lokasi kedua, petugas menemukan sebuah bunker tempat menyimpan miras. Petugas menemukan barang bukti 40 botol mineral ukuran besar berisi miras arak jowo, 39 botol mineral ukuran kecil berisi miras arak jowo, tiga botol miras merek anggur 500 Kimhua dan 2 botol miras merek kuntul.

Maemunah saat diinterogasi petugas mengaku mendapatkan barang bukti miras sebanyak itu dari R warga Semarang. Miras dari Semarang itu dibagikan kepada Maemunah dan Mochamad Yani. Total keseluruhan 121 botol miras dan tiga jiregen berisi miras arak jowo. [nng/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar