Hukum & Kriminal

Jualan Masker Impor, Pasutri Untung Rp 80 Juta, lalu Ditangkap Polisi

Gelar perkara tindak pidana khusus bidang ekonomi di Mapolrestabes Surabaya, Kamis (30/4/2020). Dua pelaku bahkan dapat untung Rp 80 juta selama virus corona melanda. (Foto Humas)

Surabaya (beritajatim.com) – Mengejutkan, pasangan suami istri (pasutri) di Pasuruan ini ternyata meraup untung begitu besar dari hasil penjualan masker kesehatan. Selama musim pandemik corona, mereka mendapatkan uang atau untung sekitar Rp 80 juta sampai Rp 90 juta.

Penjual grosir yang yang memasarkan produk asal Republik Rakyat Tiongkok (RRT) atau China ini menjual masker secara online. Kepala Unit Pidana Ekonomi, Satreskrim Polrestabes Surabaya, AKP Teguh Setiawan menjelaskan, kedua pasutri tersebut yakni SB (40) dan LLK (39).

“Selain meringkus kedua tersangka, petugas juga mengamankan satu tersangka lain yakni BHK (29) warga Sidoaro. Pasutri ini mendapatkan barang berupa masker dari Cina. Mereka mengimpor produk masker seharga Rp 190.000 per box isi 50 pic masker. Namun mereka kemas ulang dan jual kembali seharga Rp 215 ribu per box,” jelasnya saat gelar perkara.

Lebih lanjut AKP Teguh menjelaskan, selain SSB dan LLK, BHK juga meraup untung hingga Rp 60 juta.

Para tersangka akan dikenakan Pasal sebagaimana dimaksud dalam rumusan Pasal 196 Jo Pasal 98 ayat (1) dan (2), Pasal 197 Jo Pasal 106 ayat (1) UURI No. 36 tahun 2009 tentang kesehatan, Jo Pasal 6 Permenkes No. 1189 tahun 2010 tentang ijin Produksi alat kesehatan dan PKRT Jo Pasal 5 ayat (1) Permenkes No. 1190 tahun 2010 tentang ijin edar alat kesehatan dan PKRT dengan ancaman pidana paling lama 10 tahun – 15 tahun penjara dengan ancaman denda paling banyak Rp. 1.000.000.000 – Rp. 1.500.000.000.

“Mereka akan dikenakan pasal tentang perdagangan tanpa izin dari kementerian. Ketiganya kita amankan bersama barang bukti hand sainitzer dan ribuan masker,” tandasnya. [man/but]

Gelar perkara tindak pidana khusus bidang ekonomi di Mapolrestabes Surabaya, Kamis (30/4/2020). Dua pelaku bahkan dapat untung Rp 80 juta selama virus corona melanda. (Foto Humas)

Apa Reaksi Anda?

Komentar