Hukum & Kriminal

Jual Ribuan Biji Bom Ikan, Mastur Dihukum 18 Bulan

Surabaya (beritajatim.com) – Mastur, residivis kasus bahan peledak ini dihukum satu tahun enam bulan atau 18 bulan oleh majelis hakim yang diketuai Ojo Sumarna, Selasa (15/6/2021). Terdakwa dinyatakan bersalah atas kasus penjualan tiga ribu biji bom ikan ke nelayan di kawasan Situbondo.

Selain Mastur, perkara ini juga menjerat Ahmadi. Kedua terdakwa bersama-sama menjalani sidang secara teleconference di PN Surabaya, Selasa (15/6/2021). Ketua majelis hakim Ojo Sumarna mengganjar Mastur dengan hukuman penjara selama 1 tahun 6 bulan, sementara Ahmadi dijatuhi hukuman penjara selama 1 tahun penjara.

Vonis tersebut lebih rendah dari tuntutan yang diajukan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Julfikar. Sebelumnya, JPU dari Kejari Tanjung Perak ini menuntut Mastur selama 1 tahun 8 bulan penjara, sementara Ahmadi dituntut selama 1 tahun 3 bulan penjara.

Mendengar vonis tersebut, baik JPU Julfikar dan kedua terdakwa sama-sama menyatakan pikir-pikir. “Pikir-pikir dulu,” kata kedua terdakwa kepada majelis hakim.

Usai sidang, JPU Julfikar menjelaskan dasar majelis hakim menjatuhkan vonis yang berbeda kepada kedua terdakwa. “Karena yang terdakwa pertama (Mastur) ini residivis. Jadi hukumannya agak berat dari terdakwa satunya,” terangnya.

Dalam dakwaan dijelaskan, kasus terungkap berawal saat Ahmadi mendatangi Mastur di Pelabuhan Jangkar Situbondo pada 15 Februari lalu. Ahmadi saat itu hendak mengambil pesanan sebanyak 3 ribu biji bahan peledak yang akan digunakan untuk bahan dasar bom ikan.

Saat transaksi berlangsung, petugas Ditpolairud Polda Jatim langsung menangkap Mastur dan Ahmadi. Keduanya mengaku 3 ribu biji bahan peledak bom ikan tersebut dibeli dengan harga sebesar Rp 21 juta. [uci/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar