Hukum & Kriminal

Jual Miras Ilegal, Hanis Diseret ke Pengadilan

Gresik (beritajatim.com)– Terdakwa Hanis Wahyudi (55) warga Desa Gadingwatu, Kecamatan Menganti, Gresik, hanya bisa tertunduk lesu saat menjalani persidangan di Pengadilan Negeri (PN) setempat.

Pria payuh bayu tersebut menyesali perbuatannya karena kepergok menjual minuman keras (miras), jenis arak bersama rekannya Rais Purwanto warga asal Tuban.

Dalam sidang yang dipimpin Putu Gede Hariadi, SH tersebut. Terdakwa menjelaskan bahwa dirinya memesan sebanyak 30 dus arak kepada Rais. Arak dalam kemasan botol plastik dengan tutup merah tersebut akan diambil ditempat yang sudah disepakati.

Namun, saat hendak diambil saat terdakwa hanya mampu membayar 15 dus arak. Sisa, pembayarannya akan diangsur. Terdakwa pun pulang membawa 30 dus yang berisikan 450 botol arak.

“Sebagian miras yang saya jual di warung wilayah Desa Boteng, Menganti,” ujar terdakwa Hanis Wahyudi, Selasa (11/06/2019).

Kendati terdakwa mengetahui arak tersebut berbahaya. Tetapi, tetap saja diperjualbelikan kepada konsumen. Tidak hanya dijual botolan. Arak itu juga dijual pergelas dengan campuran berbagai macam minuman. Seperti kopi dan sejenisnya. “Saya sudah dua tahun saya berjualan arak,” tutur Hanis.

Sebelum menutup persidangan. Ketua Majelis Hakim Putu Gede Hariadi, SH sempat memberikan nasehat kepada terdakwa, untuk menghentikan bisnis haramnya itu setelah keluar dari penjara.

Sidang transaksi jual beli arak ini akan dilanjutkan pekan depan dengan agenda pemeriksaan saksi. [dny/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar