Hukum & Kriminal

Jual Honda Beat Keluaran Baru Hanya Rp 6 Juta, Ternyata Hasil Curian

Sumenep (beritajatim.com) – Ainur Hasan (27), warga Desa Daandung, Kecamatan/ Pulau Kangayan, Kabupaten Sumenep, dibekuk aparat Polsek setempat, karena diduga telah melakukan pencurian dengan pemberatan (curat) berupa sebuah sepeda motor.

“Tersangka melakukan aksinya tanggal 20 Desember di sebuah pertunjukan orkes dangdut yang menjadi hiburan acara pernikahan,” kata Kasubag Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti, Jumat (27/12/2019).

Sepeda motor yang dicuri tersangka adalah Honda Beat keluaran baru warna putih kombinasi merah, nopol M 2395 WO. Sepeda motor itu dicuri saat di parkir di pinggir jalan umum Dusun Bondat, Desa Kangayan, Kecamatan Kangayan. “Waktu kejadian itu, pemilik sepeda motor akan melihat orkes dangdut. Sepeda motor diparkir di pinggir jalan tanpa dikunci setir,” ungkap Widiarti.

Sekitar jam 22.00 WIB saat korban akan pulang, ia baru mengetahui bahwa sepeda motornya sudah tidak ada. Korban pun melaporkan kejadian itu ke Polsek Persiapan Kangayan. Anggota pun langsung melakukan penyelidikan. “Sepeda motor itu ternyata oleh tersangka dititipkan pada temannya. Temannya itu disuruh menjualkan dengan harga Rp 6 juta,” terang Widiarti.

Namun teman tersangka merasa curiga dengan harga yang diminta. Karena itu, ia memilih untuk menyerahkan sepeda motor tersebut ke Polsek. “Anggota Polsek kemudian melakukan penyelidikan keberadaan tersangka Ainur yang diduga sebagai pelaku pencurian sepeda motor tersebut. Tersangka akhirnya dibekuk di rumahnya,” paparnya.

Dari tangan tersangka, polisi menyita STNKB Honda Beat, kunci kontak, dan satu unit sepeda motor Honda Beat milik korban atas nama Sulaiha, warga Kangayan. “Tersangka saat ini diamankan di Polsek Kangayan, dijerat pasal 363 KUHP ayat 3e dan 4e, dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara,” pungkas Widiarti. [tem/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar