Hukum & Kriminal

Jombang Zona Merah, Operasi Yustisi Sehari Tiga Kali

Kapolres Jombang AKBP Agung Setyo Nugroho saat memberikan sambutan

Jombang (beritajatim.com) – Polres Jombang kembali meningkatkan pelaksanaan operasi yustisi ptotokol kesehatan (prokes). Hal itu menyusul kembalinya Kabupaten Jombang ke zona merah penyebaran Covid-19.

Sebelumnya, Jombang sudah memasuki zona oranye. Namun pada awal Desember, jumlah peningkatan pasien positif Covid-19 melonjak drastis. Bahkan Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab beserta ajudannya juga terkonfirm Covid-19. Saat ini bupati menjalani isolasi di RSUD dr Soetomo Surabaya.

“Kita sudah melakukan kordinasi dengan Forkopimda Jombang. Salah satu langkah yang kita lakukan adalah meningkatkan kembali operasi yustisi. Yakni melakukan operasi para pelanggar protokol kesehatan (prokes),” kata Kapolres Jombang AKBP Agung Setyo Nugroho, Jumat (4/12/2020).

Agung menjelaskan peningkatan operasi yustisi yang dimaksud. Sebelumnya, operasi yustisi dilakukan sehari sekali. Namun memasuki zona merah ini, operasi yustisi dilakukan tiga kali dalam sehari. Dalam pelaksanaannya, polisi juga melibatkan pemerintah (Satpol PP) serta unsur TNI.

“Selain itu, kami bersama Forkopimnda Jombang untuk mengingatkan kembali sejumlah progam. Di antaranta, Kampung Tangguh Semeru (KTS) dan Pasar Tangguh Semeru (PTS). Ini upaya yang kita lakukan agar Jombang segera bergeser dari zona merah,” lanjut Agung.

Kapolres menambahkan, pihaknya juga meminta kepada Pemerintah Daerah untuk meninjau kembali surat edaran tetang keramaian. Karena tempat-tempat tersebut berpotensi menjadi klaster penularan Covid-19.

“Sampai nanti penyebaran Covid di Jombang menjadi zona oranye atau kuning. Itu sudah kita sampaikan ke pemerintah daerah. Yang tidak kalah penting, masyarakat harus tetap menerapkan 3M secara ketat. Yakni memakai masker, menjaga jarak, serta mencuci tangan dengan sabun,” pungkasnya Agung. [suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar