Hukum & Kriminal

Jelang Tengah Malam, Pacar Masuk Kamar, Meniduri Siswa SMP

Pelaku tindak pidana pencabulan anak di bawah umur di Kota Surabaya, saat jalani pemeriksaan di Mapolrestabes Surabaya, belum lama ini.(PPA/manik priyo prabowo)

Surabaya (beritajatim.com) – Meski sudah larut dan jelang tengah malam, ABD (18) ini nekat mengendap ke kamar pacarnya yang masih duduk di bangku SMP. Usai berkenalan dan berpacaran sejak Desember 2019 lalu, ABD selalu mengajak kekasihnya FN (14) berbalas pesan dengan tema dewasa.

Karena tak diawasi oleh orangtuanya, FN pun terpancing bujuk rayu ABD untuk melayani pesan ‘panas’ lelaki yang duduk di bangku SMK. AKP Rith Yeni, Kasit PPA Polrestabes Surabaya menjelaskan, usai berbalas pesan dewasa, pelaku pun mengaku tak sabar hingga akhirnya nekat masuk kamar korban.

“Kesalahannya adalah orangtua tidak melakukan pengawasan ponsel pintar anak gadisnya. Jadi pesan singkat berbau dewasa pun tak terbatasi dan keduanya nekat usai sang gadis kena bujuk rayu. Bujuk rayu pelaku akan menikahi korban kalau sudah lulus sekolah. Korban yang masih lugu pun takluk bujuk rayu pelaku. Total pelaku sudah menyetubuhi korban empat kali,” tandasnya, Rabu (1/4/2020)

Dengan diiming-imingi akan dilamar, seorang gadis belia berinisial FN, 14, gadis Surabaya dicabuli kekasihnya ABD (18) yang juga warga surabaya. Ulah bejat ABD itu dengan cara mengajak korban tidur bersama dan berhubungan layaknya pasangan suami istri. Perlakuan tak senonoh tersangka terhadap korban sudah semenjak dua sejoli ini menjalin hubungan pacaran pada Desember 2019 hingga Januari 2020 lalu.

Abdul yang masih duduk dibangku SMK pada saat itu berjanji kepada pacarnya FN akan melamarnya setelah lulus sekolah. Dengan bualan itu, tersangka akhirnya berkesempatan untuk melakukan hubungan badan. Lebih lanjut AKP Ruth Yeni menjelaskan, tersangka merayu dengan kata-kata ‘Sayang, nanti saya akan memintamu kepada orang tuamu setelah saya lulus dari sekolah SMK’.

“Bermodal perkataan itu, korban yang masih duduk di bangku sekolah menengah pertama (SMP, red) itu disetubuhi tersangka sebanyak empat kali,” kata AKP Ruth.

Tersangka mengaku, lanjut Ruth, telah melakukan hubungan badan dengan korban sebanyak tiga kali di rumah korbandan satu kali di Sampang, Madura tepatnya di rumah nenek tersangka.
Akhirnya perkaluan tersangka terhadap FN dapat terungkap ketika orang tua gadis belia itu melihat anaknya tidak seperti biasanya dan cenderung diam. Saat ditanyai, akhirnya FN mengaku kalau ia diperlakukan tak sesnonoh oleh tersangka.

Akhirnya tersangka dilaporkan orangtua korban ke Unit PPA Polrestabes Surabaya untuk ditindak lanjuti. “Berdasarkan laporan itu, kami berhasil mengamankan tersangka di rumahnya. Saat kami amankan pemuda itu tidak melakukan perlawanan dan mengakui perbuatannya,” tandas Ruth. [man/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar