Iklan Banner Sukun
Hukum & Kriminal

Jelang Putusan Stella Monica, Aktivis Serahkan Petisi di PN Surabaya

Surabaya (beritajatim.com) – Sebanyak 25.000 lebih petisi dukungan untuk Stella Monica diserahkan oleh Koalisi Masyarakat Pembela Konsumen (Kompak) ke Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Senin (13/12/2021).

Penyerahan petisi oleh para aktivis ini dilakukan sebagai wujud dukungan terhadap Stella Monica yang akan menjalani persidangan dengan agenda putusan pada Selasa (14/12/2021) besok.

Stella Monica dijerat Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) atas Laporan L’Viors karena dianggap mencemarkan nama baik klinik kecantikan tersebut akibat unggahan Stellah di media sosial.

Perwakilan Kompak yang juga Sekretaris PAKU ITE, Anindya Shabrina, mengatakan setidaknya petisi dukungan kepada Stella telah mencapai 25.398.

“Hari ini kami menyerahkan petisi dari change.org yang telah ditandangani lebih dari 25 ribu orang di seluruh Indonesia,” kata Anindya.

Dalam petisi yang ditandatangani puluhan ribu orang tersebut, publik ingin Stella dibebaskan dari segala jeratan hukum UU ITE.

“Yang ingin disampaikan adalah, semoga petisi ini menjadi pertimbangan bagi hakim, bahwa masyarakat luas itu tidak menghendaki Stella Monica akan dipidana dengan UU ITE,” ucapnya.

Stella, kata dia, justru adalah korban kriminalisasi. Komplainnya soal layanan klinik kecantikan adalah wajar dilakukan karena dia adalah konsumen, dan dilindungi oleh UU Undang-undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen.

“Karena kan dia korban kriminalisasi. Kami berharap Stella divonis bebas, dan pemerintah segera merivisi UU ITE,” ucapnya.

Stella Monica sendiri rencananya akan segera menghadapi sidang putusan kasusnya di Pengadilan Negeri (Surabaya), Selasa (14/12/2021) besok. Hal itu setelah majelis hakim menunda sidang vonis yang semestinya dilangsungkan Kamis (2/12/2021) lalu.

Seperti diketahui, Stella Monica dipidanakan dengan dugaan pencemaran nama baik UU ITE. Ia dilaporkan oleh klinik kecantikan L’Viors, tempat dirinya menjalani perawatan, usai mengunggah curahan hatinya tentang kondisi kesehatan wajahnya di akun media sosial Instagram pribadinya.

Dalam proses persidangan, jaksa menilai Stella telah melanggar Pasal 27 ayat 3 Jo Pasal 45 ayat 3 UU RI Nomor 19 Tahun 2009 tentang Perubahan Atas UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Stella pun dituntut dengan ancaman hukuman pidana 1 tahun penjara dan denda Rp10 juta subsider 2 bulan kurungan. [uci/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar