Hukum & Kriminal

Jelang Nataru, Polres Gresik Razia Miras

Gresik (beritajatim.com) – Guna menjaga cipta kondisi menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), Kapolres Gresik AKBP Kusworo Wibowo melakukan razia minuman keras (miras) di sejumlah warung kopi (Warkop). Dalam razia tersebut, Kapolres juga melibatkan anggota TNI, Satpol PP, ormas keagamaan, dan Ketua MUI Gresik.

Razia yang dilakukan di beberapa warkop di Jalan Raya Roomo Manyar, Gresik hanya menemukan beberapa miras ilegal campuran. Yakni, minuman energi yang dicampur dengan arak. Setiap botolnya, miras tersebut dijual dengan harga kisaran Rp 60 ribu. Sementara per gelasnya Rp 20 ribu.

AKBP Kusworo Wibowo menuturkan, razia gabungan ini terkait dengan Gresik terbebas dari miras ilegal dalam rangka pengamanan menjelang Natal dan Tahun Baru. “Razia gabungan ini agar kalangan remaja tidak terlibat mengkonsumsi miras ilegal yang dampaknya menyebabkan nyawa bisa melayang,” tuturnya, Rabu (11/12/2019).

Lebih lanjut Kusworo Wibowo mengatakan, ada beberapa warkop yang ditengarahi menjual miras campuran itu. Rata-rata dijual per gelas bahkan per botol. “Penjual miras campuran ini kami jerat dengan pasal 204 KHUP dengan ancaman 15 tahun penjara serta dilapisi UU Pangan dan Kesehatan,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua MUI Gresik KH Mansoer Shodiq sangat mengapresiasi apa yang dilakukan aparat penegak hukum. “Gresik sudah dikenal sebagai ikon kota santri. Adanya miras merupakan awal tindak kejahatan,” paparnya.

Salah satu pemilik warkop yang menjual miras ilegal, Teguh (59) menyatakan dirinya hanya menjual miras tidak banyak. “Kami hanya menjual per botol, itu pun tidak banyak,” pungkasnya. [dny/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar