Hukum & Kriminal

Jejak Gembong Narkoba, dari Bikin Fasum Hingga Bagi-bagi Uang

Petugas Sat Resnarkoba Polrestabes Surabaya bersama Kapolrestabes Kombes Pol Jhonny Eddizon Isir gelar perkara di Mapolrestabes, Senin (21/9/2020). [Foto/Manik Priyo Prabowo]

Surabaya (beritajatim.com) – Satuan Narkoba Polrestabes Surabaya kembali melakukan tindakan tegas terukur atau menembak mati bandar narkoba di Surabaya, Minggu (20/9/2020). Namun ternyata jejak kasus salah satu pelaku MNC (38) ini membetot perhatian tetangganya di kampung.

Bagaimana tidak, MNC ternyata dikenal dengan gaya hidup glamor dan sering bagi-bagi uang. Bahkan belakangan ini pelaku sempat membuatkan warga fasilitas umum (fasum). wartawan beritajatim.com mencoba mendatangi sebuah lokasi yang disebutkan oleh informan bahwa pelaku merupakan warga Surabaya Selatan.

Di Kecamatan Genteng, gembong narkoba ini awalnya hanya seorang sopir online. Karena awal tahun masuk kondisi pandemi, ia pun merasakan sepinya penumpang. Hingga akhirnya ia tak lagi bekerja sebagai driver online. Namun kondisi ekonomi MNC di mata tetangga sangat wah. MNC seolah mendadak kaya.

“Dulu kerjanya ojol (ojek online). Tapi berhenti ojol justu pakaian dan barang dia (MNC) ini terlihat seperti orang kaya. Selalu membawa tas kemana saja, meski sekadar main ke rumah tetangga,” jelas sumber beritajatim.com yang enggan disebutkan namanya.

Perubahan perkonomian dan gaya pelaku ini sangat drastis. Bahkan pelaku juga sering memakai kendaraan yang cukup mewah, dari kendaraan roda dua hingga roda empat. Bahkan konon para tetangga menyebutkan bahwa pelaku juga memiliki rumah baru dan membangun rumah.

Sampai akhirnya pelaku yang menikah dua kali ini membuat fasilitas umum. Fasilitas ini dibangun dan diperuntukkan ke warga. Namun itu adalah perjalanan akhir pelaku yang sudah melalangbuana ke Pekanbaru dan Banjarmasin.

Kasat Narkoba Polrestabes Surabaya, AKBP Memo Ardian menjelaskan, pelaku merupakan penyuplai narkoba antar pulau. Melalui jalur gembong narkoba asal Palembang bernama Letto. Letto yang tertangkap di Palembang 2018 karena membawa 120 Kg sabu ini pun divonis hukuman mati. Meski Letto belum dieksekusi mati sampai sekarang.

“Pelaku merupakan jaringan dari gembong narkoba di Palembang inisial L. Pelaku dikendalikan oleh L dengan menyuplai narkoba di wilayah Surabaya dan kota lain,” jelasnya kepada beritajatim.com.

Dalam penangkapan pelaku MNC bersama RR (21) ini petugas menyita 21,1 Kg sabu. Pelaku saat diamankan petugas melawan menggunakan senjata tajam. Sampai akhirnya seorang petugas mengalami luka pada lengan kiri. Karena melawan, pelaku pun ditindak tegas terukur dengan dua tembakan di dada. Bandar narkoba ini roboh berkalang tanah. [man/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar