Hukum & Kriminal

Cerita Korban Investasi Bodong

Jauh-jauh dari Palembang ke Ponorogo Cari Keadilan

Masriful, salah satu korban investasi bodong penggemukan sapi perah dari Palembang.(foto : Istimewa)

Ponorogo (beritajatim.com) – Korban dari investasi bodong penggemukan sapi perah bukan hanya dari wilayah Ponorogo saja. Tetapi korbannya menyebar di seluruh wilayah Indonesia.

Kerugiannya pun satu orang puluhan juta bahkan bisa mencapai ratusan juta. Tidak sedikit korban yang rela ke Ponorogo untuk mencari kejelasan dari uang yang diinvestasikan ke CV Tri Manunggal Jaya (TMJ). Meski didapati kini, sudah tutup karena pengelolanya sudah dijadikan tersangka dalam investasi fiktif ini.

“Kami ingin mencari keadilan, ingin uang kami kembali. Makanya nekat dari Palembang ke Ponorogo,” kata Masriful, salah satu korban investasi bodong penggemukan
sapi perah asal Palembang, Kamis (27/2/2020).

Keluarganya, kata Masriful menyetor uang untuk investasi tersebut nyaris menyentuh angka Rp 1 miliar. Dari angka itu, Rp 200 juta dari dirinya. Dia mengaku awalnya investasi berjalan mulus, profit sebesar Rp 2,3 juta diterima setiap bulannya. Itulah yang membuat keluarga dan orang lain di Palembang tertarik dengan investasi sapi tersebut.

“Menurut data total ada 1.900 mitra CV TMJ di Palembang. Sebagian korban malah berani pinjam modal dari bank untuk investasi ini,” katanya sembari menyebut dirinya ke Ponorogo juga bersama 4 korban lainnya.

Dengan data mitra sebanyak itu, Masriful mengeklaim nominal investasinya mencapai Rp 54 miliar. Bau-bau penipuan investasi ini sudah tercium sejak 2 bulan lalu. Setelah adanya suray edaran dari CV TMJ kepada sebagian korban. Isinya menyebut bahwa perusahaan mengalami gangguan sistem. Sehingga pembayaran tersendat.

“Tiga tahun sebelumnya tidak ada kendala, pembayaran profit lancar. Baru awal tahun 2020 ini gangguan. Saya curiga dan langsung ke Ponorogo bersama korban lainnya,” katanya.

Dia berharap CV TMJ bisa mengembalikan dana yang dihimpun kepada para mitranya. Selain itu Dia ingin polisi mengusut tuntas kasus ini sampai akar-akarnya.

“Saya di Ponorogo sudah 2 bulan, semoga perjuangan mencari keadilan ini tidak sia-sia,” pungkasnya.(end/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar