Hukum & Kriminal

Jaringan Narkoba Antar Pulau Diamankan Polsek Sooko Mojokerto

Kapolres Mojokerto, AKBP Dony Alexander merilis pengungkapan kasus narkoba.

Mojokerto (beritajatim.com) – Imron warga Desa Panggih, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto diamankan anggota Unit Reskrim Polsek Sooko. Pria 36 tahun ini diamankan setelah mengambil narkoba jenis sabu yang disimpan di dalam tape records.

Kapolres Mojokerto, AKBP Dony Alexander mengatakan, tersangka merupakan jaringan antar pulau. “Tersangka I sudah melakukan tiga kali menerima barang dari luar daerah, luar provinsi yakni dari Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh,” ungkapnya, Kamis (3/6/2021).

Masih kata Kapolres, dari tangan tersangka I, petugas mengamankan barang bukti sabu seberat 500 gram saat melintas di jalan persawahan, Desa Sambiroto, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto. Barang haram tersebut disimpan di dalam tape records.

“Setelah petugas mendapat informasi dan melakukan penyelidikan, akhirnya petugas berhasil melakukan penangkapan tersangka di jalan persawahan Sambiroto. Sabu tersebut dimasukkan ke dalam tape records dan diletakan ke dalam bagasi sepeda motor.

Kapolres Mojokerto, AKBP Dony Alexander merilis pengungkapan kasus narkoba.

” Saat di TKP penangkapan, petugas mengeledah tersangka I dan ditemukan 500 gram sabu yang disimpan di tape records yang disimpan di bagasi. Tersangka sudah tiga kali menerima titipan barang di wilayah Kabupaten Mojokerto,” katanya.

Kapolres menambahkan, frekuensi peredaran gelap narkoba di wilayah hukum Polres Mojokerto cukup lumayan besar. Pintu Polres Mojokerto terbuka untuk menerima laporan masyarakat terkait tindak pidana penyalahgunaan narkoba di wilayah hukum Polres Mojokerto.

Tersangka Imron mengaku, sudah tiga kali mengambil dan mengantar sabu sesuai pesanan. “Dikasih ke orang sesuai dari infomarsi. Langsung ke rumah. Tidak tahu isinya berapa cuma ambil, iya tahu kalau isinya narkoba. Dapat ongkos Rp500 ribu, nunggu satu hari baru dikasih, diantar,” katanya. [tin/ted]



Apa Reaksi Anda?

Komentar