Hukum & Kriminal

Polresta Mojokerto Jaring 84 Pelanggar Protokol Kesehatan, Ingatkan Jangan Mudik

Operasi Yustisi yang digelar Polresta Mojokerto bersama Tiga Pilar di Alun-alun Kota Mojokerto. [Foto: istimewa]

Mojokerto (beritajatim.com) – Kapolresta Mojokerto AKBP Deddy Supriadi memimpin langsung Operasi Yustisi bersama Tiga Pilar sekaligus membagikan pamflet terkait larangan mudik, Sabtu (17/4/2021) malam. Sebanyak 84 pelanggar protokol kesehatan terjaring dari tiga lokasi berbeda.

Petugas dibagi tiga tim yakni di wilayah Kecamatan Prajurit Kulon, Kecamatan Magersari dan Alun-alun Kota Mojokerto. Dari tiga lokasi tersebut terjaring 84 pelanggar protokol kesehatan. Di sela-sela Operasi Yustisi, Kapolresta menghentikan rombongan sepeda angin yang menggunakan salon musik.

Ini lantaran salon musik di jalanan dapat mengganggu keselamatan pengguna jalan sehingga beresiko pada angka kecelakaan. Kapolresta menghimbau agar tidak menggunakan salon musik saat bersepeda karena saat melintas waktu sholat tarawih sehingga mengganggu pelaksanaan sholat tarawih.

Kapolresta Mojokerto, AKBP Deddy Supriadi mengatakan, di tengah ibadah suci Ramdhan, pihaknya tetap rutin menggelar Operasi Yustisi. “kegiatan ibadah di bulan Ramadan ini baik di masjid maupun di mushola diperlukan kerja sama antara aparat dengan masyarakat yang selama ini sudah terjalin,” ungkapnya.

Yakni untuk dipahami dan disepakati dalam panduan pelaksanaan ibadah selama bulan Ramadan di tengah pandemi Covid-19. Terkait hal tersebut, penekanan dari kebijakan pemerintah saat ini yakni larangan mudik yang sudah disampaikan oleh Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi.

 

“Bahwa seluruh moda transportasi baik dari darat laut dan udara sejak tanggal 6 sampai 16 Mei 2021 dilarang beroperasi. Hal itu dilakukan agar pelaksanaan kebijakan larangan mudik lebaran yang diberlakukan pemerintah demi menekan penyebaran corona tahun ini berjalan efektif,” katanya.

Operasi Yustisi yang digelar Polresta Mojokerto bersama Tiga Pilar di Alun-alun Kota Mojokerto. [Foto: istimewa]
Masih kata Kapolresta, himbauan tersebut diharapkan bisa di sosialisasikan ke keluarga, tetangga ataupun lingkungan sekitar. Tujuannya, tegas Kapolresta hanya satu yaitu menekan memuncaknya angka penyebaran Covid-19 saat libur panjang lebaran hingga akhir tahun 2021.

“Diharapkan tidak terjadi peningkatan orang yang terpapar Covid-19. Apalagi diketahui saat ini mempunyai kecepatan yang tinggi penularannya daripada jenis virus sebelumnya sehingga tentunya perlu pencegahan dini yaitu dengan larangan mudik tersebut. Sehingga diharapkan seluruh stakeholder seluruh instansi yang ada di sini kita sama-sama menggelorakan untuk larangan tersebut,” harapnya.

Kapolresta berharap, agar masyarakat khususnya di wilayah hukum Polresta Mojokerto bisa memahami pentingnya larangan mudik dan mematuhi larangan mudik tersebut. Operasi Yustisi tersebut digelar di tiga lokasi berbeda dan menjaring 84 pelanggar protokol kesehatan. [tin/ted]


Apa Reaksi Anda?

Komentar