Iklan Banner Sukun
Hukum & Kriminal

Jangka 21 Hari, 10 Budak Sabu Ditangkap Polisi di Pamekasan

Pamekasan (beritajatim.com) – Sebanyak 10 terangka kasus penyalahgunaan narkoba jenis sabu, ditangkap Tim Opsnal Satnarkoba Polres Pamekasan, khususnya dalam 21 hari terakhir, terhitung sejak Senin hingga Minggu (1-21/11/2021).

Dari 10 tersangka tersebut, tercatat sebanyak 5 (lima) orang di antara berstatus sebagai pengedar narkoba. Masing-masing inisial AM (35) warga Kelurahan Braga, Kota Bandung, H (28) warga Tlanakan Pamekasan, RR (32) warga Desa Konang, Galis, Pamekasan, SR (53) warga Kota Bandung, serta SS (35) warga Desa Seddur, Pakong, Pamekasan.

Sedangkan sebanyak 5 (lima) tersangka lainnya berstatus sebagai pengguna, seluruhnya merupakan warga Pamekasan. Masing-masing inisial A (37) warga Desa Batubintang, Batumarmar, AJ (35) warga Taro’an, Tlanakan, M (40) warga Batubintang, Batumarmar, SS (26) warga Desa Seddur, Pakong, serta inisial Z (18) warga Tlanakan.

“Dalam waktu 21 hari pada November 2021, Tim Opsnal Satnarkoba Polres Pamekasan berhasil menangkap 10 tersangka penyalahguna Narkotika di beberapa lokasi berbeda. Termasuk barang bukti berupa sabu seberat 44,76 gram, pil Y 136 butir dan alat hisab sabu,” kata Kapolres Pamekasan, AKBP Rogib Triyanto melalui Kasubbag Humas AKP Nining Dyah, Jum’at (26/11/2021).

Akibat kasus tersebut, para tersangka terancam pasal berbeda sesuai dengan status mereka. Di antaranya Pasal 112 (1) UU-RI Nomor 35/2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman 4 sampai 12 tahun penjara, Pasal 114 (1) UU-RI Nomor 35/2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman 5 sampai 20 tahun penjara atau seumur hidup.

Termasuk juga Pasal 127 (1) UU-RI Nomor 35/2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman 1 sampai 4 tahun penjara. Sedangkan Tersangka kasus pil dikenakan Pasal 196 jo 98 (2) UU-RI Nomor 36/2009 tentang kesehatan dengan ancaman hukuman maksimal 4 tahun penjara.

“Saat ini semua tersangka kita amankan di Mapolres Pamekasan (Jl Stadion 81), mereka akan menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut terkait kasus penyalahgunaan narkoba, khususnya di wilayah hukum Polres Pamekasan,” ungkapnya.

Selain itu pihaknya juga mengimbau sekaligus mengingatkan agar masyarakat tidak bersentuhan dengan narkoba, sekaligus mengajak untuk bersama menyatakan perang terhadap barang haram tersebut. ” Efek samping narkoba akan terjadi kerusakan keseimbangan sistem pada otak dan merusak organ tubuh lainnya,” jelasnya.

“Oleh Karena itu, jangan pernah coba-coba atau main-main dengan narkoba. Karena sekali saja kita menggunakan akan ketagihan dan tentunya akan merusak generasi kita semua. Katakan tidak untuk narkoba,” pungkasnya. [pin/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar