Hukum & Kriminal

Jambret di Surabaya Merajalela, 5 Kali dalam Sepekan

foto/ilustrasi jambret

Surabaya (beritajatim.com) – Selama sepekan terakhir, tercatat setidaknya 5 kejadian jambret di Kota Surabaya pada pertengahan Desember 2020 ini. Yang paling parah, kejadian jambret tiga hari berturut-turut berada di kawasan Jalan Demak dan sekitar Dupak Rukun, Surabaya.

Tak hanya itu, FK, seorang anak berumumur 6 tahun saat bersama ibunya juga menjadi korban jambret. Aksi penjambretan ini terjadi di Jalan Tidar, Sawahan Surabaya, Jumat (19/12/2020 ) malam, sekitar pukul 22.30 WIB.

Meski tidak berhasil membawa kabur barang berharga, korban yang diketahui bernama Maria (33), warga Kelurahan Keputran, Dinoyo ini terjatuh bersama putrinya FK (6). Dari insiden tersebut, putri Maria harus dilarikan ke RSAL setelah mengalami luka serius dibagian dahi sebelah kanan.

Maria menceritakan saat itu dirinya bersama FK dari Gunawangsa Mall menuju ke Kedungdoro. Ketika melintas di Jalan Tidar, tepatnya sekitar Optik Joyo, ia dipepet dua orang pria mengendarai sepeda motor matic. Menurut ingatan korban, para pelaku ini tergolong masih muda sekutar umur 20 tahunan.

“Pas lewat Jalan Tidar itu, saya dipepet dari kiri oleh dua orang laki-laki mengendarai sepeda motor. Masih muda mas, kira-kira umur 25 tahunan,” kata Maria, Sabtu (19/12/2020) di Rumah Sakit Angkatan Laut.

Menurut kronologis yang ia ingat, pada saat itu ia memang mencangklong tasnya di depan. Namun, ia lupa menutupi talinya tersebut dengan jaket. Setelah memepet Maria, dua pria tersebut menarik tasnya dari belakang.

Saat itulah dirinya terjatuh bersama anak wanita tercintanya. Luka parah pun dialami FK di keningnya. Bahkan rumah sakit kecil tak bisa menampung korban karena luka parah di dahi tersebut. Maria menambahkan pada saat terjatuh, tubuh Maria menimpa putrinya dan terseret dijalan hingga dua meter.

“Saat terjatuh, anak saya langsung saya peluk mas, motor saya nabrak trotoar. Anak saya terseret aspal kepalanya dan seluruh tubuh. Bahkan kepalanya lubang selebar 5-7cm. Jadi harus operasi tambal kulit,” kata Maria sembari memegang baju putrinya yang di rawat di UGD RSAL.

Pada saat kejadian, dengan menghubungi 112 call center, Maria meminta tolong warga sekitar. Namun, call center 112 yang harusnya siaga 24 jam tak juga merespon, terlebih situasi jalanan saat itu sedang sepi. Beruntung dirinya ditolong seorang lelaki untuk membawa korban ke RS AL usai dibawa ke RSUD dr Soetomo dan RSAL.

“Beruntung ada security yang melintas membantu saya membawa putri saya ke rumah sakit. Pertama saya bawa ke Rumah sakit Dr Soetomo, tapi ditolak karena penuh. Akhirnya saya bawa kesini (RSAL),” tutup Maria dengan mengusap air matanya. (man/kun)



Apa Reaksi Anda?

Komentar