Hukum & Kriminal

Jalani Vonis, Sidang Ahmad Dhani Dijaga Ketat Polisi

Surabaya (beritajatim.com) – Majelis hakim yang diketuai R Anton Widyopriono akan membacakan putusn atas perkara yang mendudukkan Dhani Ahmad Prasetyo sebagai terdakwa, Selasa (11/6/2019).

Sidang yang digelar di ruang Cakra Pengadilan Negeri (PN) Surabaya ini mendapat pengamanan ketat dari aparat kepolisian Polrestabes Surabaya dan Polsek Sawahan. Tampak petugas berseragam cokelat ini bersiaga mengamankan saat suami Mulan Jameela ini digiring ke ruang sidang.

Sementara keluarga dari Ahmad Dhani belum tampak datang ke persidangan untuk memberikan dukungan pada musisi asal Surabaya tersebut.

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur Winarko dan Nur Rahman menyatakan bahwa mereka tetap pada tuntutan satu tahun enam bulan, hal itu disampaikan dalam replik (tanggapan atas pledoi tersakwa) yang dibacakan dalam persidangan di ruang Cakra Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Selasa (14/5/2019).

Baca Juga:

    Dalam repliknya Jaksa Winarko menjelaskan alasan kenapa pihaknya tetap pada tuntutan karena pledoi terdakwa dianggap berusaha mengaburkan pokok permasalahan yang sudah diakui terdakwa sebagai upaya melepaskan terdakwa dari pertanggungjawaban pidana yang telah dilakukan.

    “Terdakwa telah mengakui vlog yang terdakwa apload di akun instagram miliknya dengan pengguna akun @ahmaddhaniprast, vlog tersebut sebagai respon atas kekecewaan terdakwa yang tidak dapat menghadiri deklarasinya #2019gantipresiden yang berlangsung di Surabaya,” ujar Winarko dalam repliknya.

    Winarko menambahkan, bahwa kalimat yang diucapkan terdakwa tersebut secara nyata ditujukan kepada relawan koalisi Elemen bela NKRI.

    Winarko menambahkan, bahwa penasihat hukum dalam pledoinya sengaja mengalihkan pokok permasalahan dalam perkara ini dengan menganggapnya sebagai umpatan semata yang tidak disertai dengan maksud menyerang pihak manapun. “Padahal terdakwa sebagai WNI yang mestinya menjaga norma-norma etika/norma sopan santun dalam kehidupan bermasyarakat,” ujar Winarko. [uci/kun]

    Apa Reaksi Anda?

    Komentar