Hukum & Kriminal

Jalani Tahap Dua Kasus Pungli, PNS ESDM Pemprov Jatim Ditahan Kejaksaan

Surabaya (beritajatim.com) – Ali Hendro Santoso jalani tahap dua (penyerahan barang bukti dan tersangka) dari penyidik Polda Jatim ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya, Kamis (1/8/2019). Hendro menjalani tahap dua di Kejari Surabaya terkait kasus pungli pengurusan ijin usaha pertambangan (IUP).

Kasi Intel Kejari Surabaya Fathur menyatakan, penahanan terhadap tersangka adalah untuk kepentingan penyidikan sehingga proses hukum bisa berjalan cepat.

“Hari ini kita tahan selama 20 hari mendatang di Rutan Medaeng cabang Kejati Jatim,” ujar Fathur, Senin (1/8/2019).

Sejauh ini tersangka masih belum melakukan penangguhan penahanan.


Fathur menceritakan, Ali Hendro Santoso adalah tersangka jilid II kasus pungli perijinan di Dinas ESDM Pemprop Jatim yang diungkap Polda Jatim melalui operasi tangkap tangan.

Sebelumnya, kasus pungli ini juga menjerat Kasi Evaluasi dan Pelaporan Pertambangan di Dinas ESDM Pemprop Jatim, Cholik Wicaksono.

Kasus Cholik Wicaksono lebih dulu diproses. Ia telah divonis 1 tahun penjara oleh hakim Pengadilan Tipikor Surabaya, pada Jum’at (24/5) lalu.

Dalam kasus ini, Tersangka Ali Hendro Santoso berperan sebagai makelar. Ia menerima order pengurusan perijinan dari seorang pengusaha tambang asal Pasuruan bernama Nurul Andini.

Untuk memperlancar proses perijinannya, tersangka Ali Hendro Santoso meminta uang sebesar Rp 30 juta dan selanjutnya membawa Nurul Andini menghadap Cholik Wicaksono.

Pungli itu dengan maksud memperlancar proses IUP eksplorasi untuk komoditas pasir dan batu seluas 1,2 hektar yang berlokasi di Sungai Regoyo Desa Gondoruso, Kecamatan Pasiran, Kabupaten Lumajang.

“Ini adalah pemerasan bukan penyuapan, jadi pemohon tidak bisa kita jerat karena ini bukan suap,” ujar Fathur. [uci/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar