Hukum & Kriminal

Jalan Kaki, Pelaku Pencurian Sepeda Motor di Mojokerto Terekam CCTV

Aksi pelaku yang terekam CCTV Perumahan Griya Japan Asri, Desa Japan, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto. [Foto: istimewa]

Mojokerto (beritajatim.com) – Aksi pencurian sepeda motor terekam camera Closed Circuit Television (CCTV) di Perumahan Griya Japan Asri, Desa Japan, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto. Pelaku seorang diri berjalan menghampiri sepeda motor milik korban yang lupa di kunci stang terparkir di depan pagar rumah.

Aksi tersebut terjadi pada, Senin (20/4/2020) sekitar pukul 18.11 WIB. Ada dua camera CCTV perumahan yang merekam aksi pelaku yang mengenakan jaket berwarna merah tersebut. Satu CCTV yang berada di pintu masuk gerbang perumahan, berdurasi 2 menit 20 detik.

Pelaku dengan santai berjalan di sepanjang jalan perumahan di blok HH yang tergolong sepi saat itu. Setelah berhasil, pelaku keluar pintu gerbang perumahan dengan diikuti pengendara lain dengan jarak yang agak jauh. Diduga rekan pelaku dalam melancarkan aksinya, yang terbilang ahli tersebut.

Sementara itu, rekaman CCTV kedua berdurasi 58 detik berada di lokasi pencurian. Dalam rekaman CCTV tampak pelaku seorang diri berjalan kaki, berada di belakang warga yang berjalan menuju mushola komplek. Usai merasa aman, sepeda motor milik korban pun dengan mudah perlahan-lahan dibawa kabur.

Korban pencurian, Ilmi Wahidah (32) mengatakan, aksi pelaku dilakukan saat penghuni perumahan berangkat ke mushola untuk sholat magrib berjamaah. “Kalau di sini kan, warga semua di dalam rumah kalau yang nggak berjamaah di mushola,” ungkapnya, Selasa (21/4/2020).

Pemilik usaha Wedding Orginezer (WO) ini sadar menjadi korban pencurian sepeda motor saat anaknya minta diambil minum. Lantaran air minum di rumahnya habis, ia bermaksud mengambil air minum yang ada di dalam jok sepeda motor yang diparkir di depan pagar rumah.

“Tahunya ya pas mau sholat magrib, anak saya minta air minum. Kebetulan air minum habis dirumah, adanya dalam jok motor. Pas saya buka pintu rumah dan keluar pagar, motor saya sudah tidak ada di tempat saya parkir. Saya sempat nanya anak-anak dan beberapa warga yang pulang sholat, mereka jawab nggak lihat,” katanya.

Mushola perumahan sendiri berjarak kurang lebih 100 sampai 200 meter dari lokasi pencurian. Korban pun kemudian menghubungi suaminya dan mengabarkan jika sepeda motor yang ia parkir di depan pagar rumah sudah tidak ada. Suami korban yang datang dari percetakan langsung mengecek CCTV di rumah salah satu warga.

“Monitor CCTV kan ada jalan rumah Pak Priyanto. Ternyata saat di cek di CCTV terlihat pelaku mengenakan jaket warna merah masuk ke perumahan dengan berjalan kaki dan mengambil sepeda motor saya. Bahkan sebelum kejadian, jam 5 sore juga terlihat pelaku seperti memantau situasi sama temannya,” jelasnya.

Pasca kejadian dan mengecek rekaman CCTV, korban bersama warga kemudian menghubungi pihak kepolisian. Anggota Unit Reskein Polsek Sooko yang mendapatkan laporan langsung ke lokasi dan meminta keterangan dari korban. Akibat kejadian ini, korban mengalami kerugian sebesar Rp13 juta.

“Kami berharap, pelakunua segera tertangkap karena dua minggu lalu di Surodinawan (Kota Mojokerto, red) juga sama kejadiannya kaya di sini. Di video yang beredar, pencurinya juga jalan kaki pas ngambil motor warga di sana,” pungkasnya.[tin/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar