Hukum & Kriminal

Jaksa Tuntut Cristian Halim 2 Tahun 6 Bulan

Tim Jaksa dari Kejati Jatim saat bergiliran membacakan berkas tuntutan di ruang Candra PN Surabaya, Senin (12/4/2021).

Surabaya (beritajatim.com) – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sabetania R Paembonan dan Novan B Arianto dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim, menuntut pidana penjara selama dua tahun enam bulan kepada Cristian Halim, terdakwa dugaan perkara penipuan pembangunan infrastruktur tambang, Senin (12/4/2021).

Secara bergantian, Jaksa Sabetania dan Novan membacakan pertimbangan tuntutan dalam sidang yang digelar secara virtual di ruang Candra PN Surabaya.

“Memohon kepada majelis hakim untuk menyatakan terdakwa terbukti bersalah sebagaimana pasal 378 KUHPidana Jo pasal 372 KUHPidana. Menjatuhkan pidana selama 2 tahun dan 6 bulan penjara,” ujar jaksa Sabetania membacakan berkas tuntutannya.

Menurut jaksa, pertimbangan yang memberatkan adalah perbuatan terdakwa menimbulkan kerugian terhadap seseorang (korban pelapor). Ia juga dinilai tidak mengakui perbuatannya. Sedangkan status terdakwa yang sebelumnya belum pernah dihukum, dijadikan dasar oleh jaksa sebagai pertimbangan yang meringankan dalam menyusun berkas tuntutannya.

Jaka Maulana, anggota tim penasehat hukum terdakwa pada prinsipnya pihaknya menghormati tuntutan yang disampaikan oleh Jaksa Penuntut Umum. Meski pun ada beberapa hal yang kurang sependapat, karena ada fakta yang tidak dicantumkan di dalam analisanya, entah disengaja atau tidak.

“Tapi ya mungkin itu lah strateginya untuk memengruhi majelis.Buat kami berbeda pendapat dalam menilai suatu perkara kan biasa dan boleh saja,” ujar Jaka.

“Sebagai penyeimbang tuntutan, kami akan uraikan seluruh fakta yang terungkap di dalam nota pembelaan nanti. Biar majelis bisa mendapatkan gambaran perkara yang lebih lengkap, utuh dan komprehensif,” lanjutnya.

Seperti yang tertuang dalam dakwaan, terdakwa Christian Halim menyanggupi melakukan pekerjaan penambangan biji nikel yang berlokasi di Desa Ganda-Ganda Kecamatan Petasia Kabupaten Morowali Sulawesi Tengah.

Kepada pelapor Christeven Mergonoto (pemodal) dan saksi Pangestu Hari Kosasih, terdakwa menjanjikan untuk menghasilkan tambang nikel 100.000 matrik/ton setiap bulannya dengan catatan harus dibangun infrastruktur yang membutuhkan dana sekitar Rp20,5 miliar.

Terdakwa mengaku sebagai keluarga dari Hance Wongkar kontraktor alat berat di Sulawesi Tengah yang akan membantu menyediakan alat berat apabila penambangan berjalan. Padahal, masih menurut dakwaan, belakangan diketahui terdakwa tidak memiliki hubungan dengan orang tersebut.

Dana sebesar Rp20,5 miliar yang diminta terdakwa telah dikucurkan. Namun janji tinggal janji, terdakwa tidak dapat memenuhi kewajibannya. Bahkan menurut perhitungan ahli ITS, terdapat selisih anggaran sebesar Rp9,3 miliar terhadap hasil proyek yang dikerjakan terdakwa.

Atas perbuatannya, terdakwa dijerat pasal 378 KUHPidana dengan ancaman pidana penjara paling lama empat tahun. [uci/suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar