Hukum & Kriminal

Jaksa Siap Dampingi Penanganan Covid-19, Bukan Jadi Bemper

Jember (beritajatim.com) – Kejaksaan Negeri Jember, Jawa Timur, menerima surat permohonan pendampingan penanganan Covid-19 dari pemerintah daerah setempat. Pendampingan bukan berarti menghilangkan penindakan hukum.

“Kami melakukan pendampingan pada pelaksanaannya, karena pada perencanaannya kami tidak ikut, tidak dilibatkan mulai perencanaan,” kata Kepala Seksi Inteliken Kejaksaan Negeri Jember Agus Budiarto, Kamis (21/5/2020). Organisasi perangkat daerah yang menangani Covid-19 melakukan pemaparan program, sementara kejaksaan menelaahnya dan mendampingi pelaksanaan.

Menurut Agus, Kejaksaan Negeri Jember memiliki tim satuan gugus tugas penanganan Covid-19 sendiri. Mendampingi pelaksanaan program penanganan Covid-19 selaras dengan perintah Jaksa Agung.

Pendampingan ini, menurut Agus, untuk mengawal agar program penanganan Covid-19 tepat sasaran dan tidak ada penyimpangan dalam pelaksanaan. “Bukan turut serta kami membagi-bagikan. Kami pelajari regulasinya bagaimana, apakah sudah dilaksanakan sesuai regulasi atau belum,” katanya.

“Kalau memang ada penyimpangan, jelas-jelas ada kesalahan, kami akan tindak tegas. Pendampingan bukan jadi bemper. Kami hanya mengawal supaya itu tepat sasaran, tidak ada penyalahgunaan dan dilakukan sesuai aturan yang ada,” kata Agus.

Agus meminta pendampingan ini tidak ditafsirkan lain. “Tahun sebelumnya ada TP4D (Tim Pengawal, Pengaman Pemerintahan dan Pembangunan Daerah), tapi ketika ada penyalahgunaan dan penyimpangan (dalam pelaksanaan program) kami tetap lakukan penindakan. Kalau nanti dalam pelaksanannya ada penyimpangan, pasti akan kami lakukan penindakan sesuai hukum. Masyarakat jangan khawatir, kami di situ mengawal supaya tepat sasaran dan tepat aturan. Bukan jadi bemper kegiatan ini kalau ada penyimpangan,” katanya. [wir/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar