Iklan Banner Sukun
Hukum & Kriminal

Jaksa Kasus KDRT The Irsan Tak Bisa Hadirkan Saksi, Hakim: Jangan Asal P21

Persidangan Kasus KDRT The Irsan

Surabaya (beritajatim.com) – Sidang dugaan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dengan terdakwa The Irsan Pribadi Susanto kembali ditunda. Pemicunya, Jaksa Penuntut Umum dari Kejaksaan Tinggi Jawa Timur tidak dapat menghadirkan saksi.

“Mohon maaf yang mulia, saksi berhalangan hadir,” ujar JPU dalam persidangan, Kamis (14/4/2022).

JPU kemudian meminta pada majelis hakim agar keterangan saksi dibacakan di persidangan. Tetapi permintaan itu ditolak tim kuasa hukum terdakwa The Irsan.

Lantasan saksi yang tidak bisa hadir, Majelis Hakim yang dipimpin Cokorda Gede Arthana memutuskan menunda persidangan. Sebelum menutup persidangan, salah satu anggota majelis hakim, Suparno melontarkan teguran ke JPU yang sudah dua kali tidak bisa menghadirkan saksi di persidangan.

“Kalau nggak bisa menghadirkan saksi, jangan asal P21,” kata Hakim Suparno.

Kuasa Hukum The Irsan, Filipus NRK Goenawan, mengatakan menghadirkan ahli dan saksi fakta itu bukan tanggung jawab pihaknya melainkan penuntut umum.

“Kalau Jaksa kesulitan menghadirkan saksi-saksi, sudah bisa terbaca bahwa memang perkara ini dipaksakan sejak awal. Bahkan hakim juga menegur Jaksa bahwa Jaksa jangan sembarangan P21 kan orang,” ujar Filipus.

Filipus merasa tak kaget dengan apa yang terjadi di persidangan hari ini. Dia sudah bisa memprediksi Jaksa akan kesulitan datangkan saksi karena memang tudingan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang dilaporkan Chrisney tidak cukup bukti dan dipaksakan dengan tujuan hanya ingin membunuh karakter kliennya.

“Tidak ada satupun yang melihat peristiwa KDRT ini, yang ada hanya bukti Closed Circuit Television (CCTV) dan itu sifatnya hanya petunjuk. Karena sejak awal memang sudah dipaksakan,” ujarnya.

Filipus berharap, dengan perkara yang dialami kliennya ini bisa dijadikan pelajaran bagi Jaksa dalam menangani perkara. Jangan asal menyatakan berkas lengkap atau P21.

“Kalau sudah seperti ini, malah menyulitkan Jaksanya sendiri. Selain itu juga kami juga dirugikan waktu, sudah sejak pagi kami siap tapi persidangan kembali ditunda,” ujarnya.

Dalam sidang sebelumnya Chrisney Yuan Wang diperiksa sebagai saksi korban. Selain Chrisney, turut juga diperiksa sebagai saksi yakni Bie Dewi Verasari ibunda The Irsan Pribadi Susanto, Tio Fee Jin penjaga Vihara dan Sutrisno.

Sejatinya, JPU mendatangkan dua saksi dalam persidangan hari ini yakni saksi fakta dan juga ahli. Namun, keduanya tak datang ke persidangan.

Sementara kuasa hukum Chrisney yakni Gideon Emmanuel Tarigan saat dikonfirmai melalui WhatsApp menyatakan terkait ditundanya sidang hari ini, pihaknya mengaku cukup kecewa karena sebagai korban, Chrisney sangat ingin agar keadilan untuk dirinya segera ditegakkan dan diputus oleh pengadilan.

“Namun kami cukup mengerti apabila terdapat hambatan bagi JPU untuk menghadirkan saksi, kami hanya berharap ke depannya saksi-saksi dapat hadir sukarela memenuhi panggilan tanpa perlu panggilan paksa oleh pengadilan,” ujarnya.

Lebih lanjut Gideon menyatakan, mengenai strategi dan teknis persidangan seluruhnya adalah kewenangan JPU. Pihaknya percaya dan hanya bisa berharap agar JPU dapat memperjuangkan kepentingan korban dengan sebaik-bainya.

“Sebagai korban, Ibu Chrisney sudah memenuhi seluruh kewajibannya dengan bersaksi menerangkan fakta-fakta di muka persidangan lalu,” ujarnya. [uci/beq]


Apa Reaksi Anda?

Komentar