Hukum & Kriminal

Jaksa Eksekutor Kabupaten Malang Tangkap 4 Penjudi Dingdong

Jaksa Eksekutor dari Kejaksaan Negeri Kabupaten Malang menangkap 4 orang buronan kasus judi Dingdong. Foto : Istimewa.

Malang (beritajatim.com) – Jaksa Eksekutor pada Kejaksaan Negeri Kabupaten Malang mengeksekusi 4 orang terpidana kasus judi Dingdong, Selasa (23/2/2021). Eksekusi itu berdasarkan putusan Pengadilan Mahkamah Agung RI Nomor : 1077 K/PID/2017 Tanggal 06 November 2017.

Keempat orang terpidana atas nama Samari, Maskat, Aliyul Adzim, Fathur Rohman. Empat orang terpidana ini telah memperoleh kekuatan hukum tetap, dimana terhadap para Terpidana terbukti secara sah melakukan tindak pidana “Perjudian” sebagaimana pasal 303 bis ayat (1) ke-2 KUHP dengan pidana penjara masing – masing selama 5 (lima) bulan.

Adapun pelaksanaan eksekusi terhadap para terpidana tersebut dilakukan dengan cara tim jaksa eksekutor menjemput terpidana di masing – masing di rumah terpidana yang bertempat di Dusun Baran, Desa Urek-urek, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang. Serta di Dusun Baran, Desa Sepanjang, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang.

“Stelah para Terpidana tersebut ditemukan, selanjutnya masing-masing Terpidana dilakukan pemeriksaan kesehatan dan pemeriksaan swab antigen pada Rumah Sakit Wava Husada Kepanjen. Selanjutnya terhadap para Terpidana dimasukkan ke dalam Lembaga Permasyarakatan kelas I lowokwaru Malang sekira pukul 23.00 WIB tadi malam,” ungkap Kasie Pidana Umum Kejaksaan Negeri Kabupaten Malang, Sobrani Binsar, Selasa (23/2/2021) siang.

Kata Sobrani, sebelumnya para Terpidana menjadi buron selama lebih dari 3 tahun. “Empat orang terpidana ini buron terhitung sejak Putusan Mahkamah Agung diatas hingga memperoleh kekuatan hukum tetap dikarenakan para Terpidana, selalu berusaha menghindar dan bersembunyi di berbagai tempat,” beber Sobrani.

Sementara itu, Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Kabupaten Malang, Ardian Wahyu Eko Hastomo menegaskan, perjudian Dingdong dilakukan para terpidana pada hari Selasa tanggal 06 Desember 2016 lalu sekira pukul 15.00 wib di Dusun Baran, Desa Urek-urek Kecamatan Gondanglegi.

“Terpidana melakukan tindak pidana perjudian secara tanpa izin jenis dingdong dengan cara para Terpidana menukar uang penombok kepada saksi SULIHATI (pemilik) dengan menukarkan uang coin/logam dan memasukan uang logam pecahan Rp. 5000 kedalam mesin Dingdong yang bergambar aneka buah-buahan,” papar Ardian.

Ardian menambahkan, selanjutnya penombok memasukkan uang logam pecahan Rp. 5000,- untuk 5 (lima) pilihan tombokannya kemudian memilih gambar tombokannya. Setelah itu menekan tombol start dan mesin dingdong tersebut lampu luarnya berputar dan berhenti diantara gambar-gambar tersebut.

“Apabila gambar tombokannya sesuai dengan mesin dingdong yang berhenti tersebut, maka penombok akan menang dan apabila tombokannya tidak sesuai maka penombok dinyatakan kalah. Setiap kali putaran tombokan minimal 1 coin (Rp. 500,-) dan maksimal 10 coin ( Rp. 5000,-) dan untuk kelipatan keuntungan berdasarkan gambar yang keluar,” Ardian mengakhiri. (yog/kun)



Apa Reaksi Anda?

Komentar