Hukum & Kriminal

Jaksa Ajukan Jawaban, Kuasa Hukum Terdakwa Kasus Penipuan Tetap Pada Eksepsi

Surabaya (beritajatim.com) – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Deddy Arisandi membacakan jawaban atas eksepsi yang diajukan kuasa hukum terdakwa Liem Inggriani dan Liauw Edwin Januar dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Senin (5/10/2020).

Jawaban tersebut disampaikan JPU dalam sidang kasus dugaan penipuan jual beli tanah fiktif di Desa Karang Joang Balikpapan. JPU menilai jika eksepsi atau nota keberatan dari kuasa hukum Terdakwa tidak beralasan, sehingga patut ditolak hakim.

“Perkara pidana Liem Inggriani dan Liauw Edwin Januar yang dilimpahkan ke PN Surabaya adalah hasil penyelidikan dan penyidikan Bareskrim Mabes Polri yang tertuang dalam berkas perkara No BP/75/IX/2020/Ditpidum tanggal 17/9/2019 dan telah ditelitI JPU dan dinyatakan P-21,” papar jaksa Deddy Arisandi membacakan tanggapannya.

Sedangkan soal pasal 78 KuHP yang mengatur masa daluarsa pidana 12 tahun, dilawan Deddy dengan Pasal 80 KUHP yang menyatakan masa kadaluarsa dapat dihentikan dimana ketika perkaranya sudah masuk ke Pengadilan. “Perkara aquo telah terlampir ke PN Surabaya pada 10 September 2020 sebagaimana surat pelimpahan dari Penuntut Umum Kejari Surabaya No B 491/M.5.1.3/Eoh.2/09/2020 tanggal 10 September 2020,” sambungnya.

Dalam jawabannya Deddy juga menyinggung syarat dan Eksepsi dan Surat Dakwaan sebagaimana diatur dalam KUHAP dan perundang-undangan lainnya. Syarat-syarat surat dakwaan sebagaimana diatur dalam pasal 143 ayat (2) KUHAP yang menyebutkan, penuntut umum membuat surat dakwaan yang diberi tanggal, agama dan pekerjaan tersangka.

“Syarat-syarat surat dakwaan sebagaimana diatur dalam pasal 143 ayat (2) KUHAP itu juga harus berisi uraian secara cermat, jelas dan lengkap mengenai tindak pidana yang didakwakan, dengan menyebutkan waktu dan tempat tindak pidana itu dilakukan,” jawabnya.

Sidang pun akan dilanjutkan pada Senin mendatang dengan agenda pembacaan putusan sela. Dikonfirmasi melalui sambungan WhatsApp (WA), Yafet Kurniawan selaku penasehat hukum Liem Inggriani dan Liauw Edwin Januar menyatakan dirinya tetap kukuh pada eksepesinya yang pernah dia bacakan pada Senin 28 September 2020.

“Klien saya pada 24 Februari 2005 sudah transfer uang untuk pembelian tiga bidang tanah tersebut. Dan saksi Thiono benar-benar membeli tiga bidang tanah tersebut, ada Akta Notarisnya. Dan menjual kembali pada tahun 2010, ada Akta Notarisnya juga,” kata Yafet Kurniawan melalui WA.

JPU Kejari Surabaya sebelumnya mendakwa terdakwa Liem Inggriani dan Liauw Edwin Januar dengan Pasal 378 KUHP Jo Pasal 55 Ayat (1) KUHP karena telah merugikan Oenik Djunani Asiem puluhan miliar rupiah. [uci/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar