Hukum & Kriminal

Jaga Taman Kota Surabaya, Polisi Bakal Jaring Warga Tak Bermasker

Petugas kepolisian saat melakukan penjagaan Taman Apsari, Genteng, Surabaya, Rabu (25/11/2020).(Manik Priyo Prabowo)

Surabaya (beritajatim.com) – Sejak pandemi virus Corona awal 2020 lalu sampai sekarang warga Surabaya masih belum bisa menikmati taman bermain. Pembatasan penggunaan taman bermain di kota ini adalah langkah pemerintah dan petugas kepolisian bersama TNI mencegah kerumunan.

Sebab, kerumunan pada kawasan taman bermain akan berimbas pada anak-anak dan orangtua. Oleh sebab itu, petugas tiga pilar masih meminta warga tak memanfaatkan taman kota, terlebih saat libur akhir pekan.

“Aturan pemerintah masih melakukan penutupan taman. Sebab untuk mencegah krumunan termasuk anak-anak yang terancam tertular itu sangat membahayakan,” papar Kasubid Humas Polrestabes Surabaya, AKP Akhyar kepada beritajatim.com, Rabu (25/11/2020).

AKP Akhyar juga menjelaskan, taman kota yang menjadi hiburan harus bisa diatur protokol kesehatan. Langkah itu baru bisa membuat taman kota dimanfaatkan secara umum. Hanya saja, karena tak ada pemkot belum bisa memberikan fasilitas penjagaan dan pengaturan di hampir 20 lebih taman kota.

Maka taman kota untuk seme tara lebih dipilih untuk ditutup. Oleh sebab itu petugas tiga pilar juga berjaga dan menindak warga yang berkrumun di taman. Termasuk yang tak mau memakai masker maka akan ditindak.

“Kalau petugas menemukan kerumunan dan tak pakai masker maka akan ditindak. Kita data dan akan dilakukan tes swab gratis. Harapannya supaya masyarakat tetap tangguh menjaga kesehatan dan terhindar dari virus,” tandasnya.(man/kun)



Apa Reaksi Anda?

Komentar