Hukum & Kriminal

Jadi Tersangka Korupsi, Bekas Ketua KONI Jombang Ditahan Kejaksaan

Tito Kadarisman naik mobil petugas untuk dibawa ke Lapas Jombang, Jumat (8/1/2021)

Jombang (beritajatim.com) – Kejaksaan Negeri (Kejari) Jombang akhirnya menahan tersangka kasus korupsi dana hibah KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia) setempat, Tito Kadarisman, Jumat (8/1/2021). Tito merupakan mantan Ketua KONI Jombang.

Sebelum penahanan dilakukan, Tito menjalani pemeriksaan di Kejaksaan Jombang sejak pagi. Tersangka korupsi dana hibah ini didampingi dua pengacaranya. Pemeriksaan memakan waktu hingga berjam-jam. Sempet terjeda ketika salat Jumat. Namun setelah Jumatan, pemeriksaan dilanjutkan kembali hingga dua jam.

Penahanan tersangka korupsi ini terbilang molor, hal itu mengingat Tito sudah ditetapkan sebagai tersangka pada Selasa (8/12/2020). Saat itu Kejaksaan beralasan, masih melakukan pemeriksaan sejumlah saksi. Alasan lainnya, Tito sangat koperatif dalam pemeriksaan.

Sekitar pukul 14.30 WIB, Tito keluar dari kantor Kejari Jombang. Tubuhnya dibalut baju batik warna coklat. Tidak ada borgol yang melingkar di tangannya. Mantan Ketua KONI itu diantar oleh petugas menuju mobil plat hitam. Kendaraan warna hitam itulah yang mengantar Tito ke Lapas Jombang.

Sayangnya, pria berambut klimis ini enggan berkomentar ketika disodori pertanyaan oleh wartawan. “Mohon maaf,” kata Tito singkat sembari menaiki kendaraan dengan pengawalan petugas Lapas Jombang.

Kepala Kejari Jombang, Yulius Sigit Kristanto menjelaskan, Tito ditahan selama 20 hari kedepan. Hal itu untuk mempercepat proses pelimpahan sidang di Pengadilan Negeri Jombang. “Sesuai hasil audit jumlah kerugian negara mencapai Rp 275 juta. Jumlah itu merupakan hasil penelusuran barang bukti dari bagian sekretariat KONI,” kata Yulius menjelaskan.

Selain menahan Tito, Kejari juga telah memintai keterangan lima orang saksi lagi dalam perkara ini. Kelimanya juga telah dijadwalkan sebelummya. Meski demikian hingga saat ini, tegas Yulius, belum ada tersangka baru.

Tersangka korupsi dana hibah KONI Jombang, Tito Kadarisma (baju batik)

Diketahui sebelumnya, kasus dugaan penyelewengan dana hibah KONI Jombang, naik ke tingkat penyidikan sejak Senin (21/9/2020). Sejak itu, penyidikan terus dilakukan. Termasuk melakukan pemanggilan terhadap sejumlah saksi.

Salah satu saksi yang dimintai keterangan adalah adalah Wakil Ketua DPRD Jombang Farid Al Farisi. Dana hibah yang diterima KONI Jombang jumlahnya bervariasi. Pada 2017 sebesar Rp 2 miliar, kemudian 2018 juga Rp 2 miliar dan pada 2019 sebesar Rp 3,5 miliar. [suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar