Hukum & Kriminal

Jadi Pengedar Sabu Adi Purwanto Dituntut 8 Tahun dan Denda Rp 1 Miliar

Gresik (beritajatim.com) – Terdakwa Adi Purwanto (36) warga Kelurahan Karangturi, Gresik hanya bisa tertunduk lesu. Adi sapaan akrabnya diseret ke ‘meja hijau’ karena terbukti mengedarkan narkoba jenis sabu.

Atas perbuatannya itu, Adi dituntut jaksa penuntut umum (JPU) 8 tahun serta denda sebesar Rp 1 miliar. Jika denda tidak dibayar, terdakwa akan menjalani hukuman tambahan 6 bulan.

Jaksa penuntut umum (JPU) Beatrix Novi Temmar, SH menganggap terdakwa terbukti melanggar pasal 114 ayat (1) UU nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. Pasalnya, ada alat bukti tiga bungkus klip sabu dan sejumlah alat hisap yang diamankan.

Menanggapi tuntutan itu, penasehat hukum (PH) terdakwa akan mengajukan pembelaan (pledoi) pada sidang yang akan datang. Sidang yang dipimpin Majelis Hakim Eddy, SH memberikan kesempatan untuk menyampaikan hak terdakwa.

“Kami minta jaksa tetap menghadirkan terdakwa di persidangan,” ujar hakim Eddy saat mimpin persidangan, Kamis (14/03/2019).

Jaksa penuntut umum (JPU) Novi menyampaikan, ada beberapa pertimbangan dalam memberikan tuntutan. Diantaranya, perbuatan terdakwa tidak mendukung program pemerintah.

“Terdakwa terbukti sebagai pengedar dan mengakui semua kesalahannya serta berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya lagi,” ujarnya.

Seperti diberitakan, terdakwa diringkus anggota Satnarkoba Polres Gresik di Jalan Usman Sadar, Kelurahan Karangturi, Gresik pada Semtember 2018 lalu. Dari hasil penggeledahan, ditemukan 3 klip sabu dengan berat masing-masing 0,39, 0,29 dan 0,28 gram. [dny/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar