Iklan Banner Sukun
Hukum & Kriminal

Jadi Otak Penipuan Umrah dan Investasi Bodong, Warga Surabaya Diringkus Polres Mojokerto

Kapolres Mojokerto, AKBP Apip Ginanjar saat merilis kasus dugaan penipuan umroh dan investasi bodong

Mojokerto (beritajatim.com) – Mochmmad Nasir (43) warga Kelurahan Nginden Jangkungan, Kecamatan Sukolilo, Kota Surabaya diamankan anggota Satreskrim Polres Mojokerto. Tersangka merupakan otak penipuan dengan modus umrah murah dan investasi bodong. Korbannya mencapai 232 orang dan total kerugian sebesarRpĀ  2,027 miliar.

Kapolres Mojokerto, AKBP Apip Ginanjar mengatakan, awalnya tersangka menawarkan jasa perjalanan umrah murah. Dengan membayar Rp 10 juta bisa menunaikan umrah dua tahun kemudian. “Modus kedua adalah investasi dengan janji keuntungan 14 persen per bulan,” ungkapnya, Selasa (16/11/2021).

Masih kata Kapolres, tersangka menjanjikan akan membayar keuntungan tak wajar tersebut selama 15 bulan. Namun, umrah maupun keuntungan investasi yang dijanjikan tersangka tak pernah terwujud. Korban tidak hanya warga Jawa Timur namun hingga Jawa Barat.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Mojokerto, AKP Tiksnarto Andaru Rahutomo menjelaskan, dalam aksinya, tersangka beroperasi sendiri untuk menawarkan umroh murah dan investasi dengan keuntungan tinggi. Selama satu tahun, tersangka menipu 215 korban dengan nilai kerugian Rp 1,613 miliar.

“Tersangka menjalankan aksinya sejak Agustus 2019 sampai April 2020. Korban penipuan tersangka mencapai 232 orang dengan total kerugian Rp 2,027 miliar. Para korban tidak hanya berasal dari Mojokerto. Ada Sidoarjo, Gresik, Pasuruan, Bangkalan hingga Indramayu-Jabar,” katanya.

Tersangka tidak mempunyai perusahaan pemberangkatan ibadah umrah maupun kegiatan usaha lainnya. Seluruh uang para korban habis untuk biaya hidup tersangka dan berdagang uang digital. Tersangka dijerat Pasal 378 KUHP tentang Penipuan, ancaman hukumannya 4 tahun penjara. [tin/suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar