Hukum & Kriminal

Jadi Kurir 2,5 Kg Sabu dari Rutan Medaeng, Yatiek Dapat Upah Rp 200 Ribu

Surabaya (beritajatim.com) – Yetiek binti Matasan didudukkan sebagai Terdakwa dalam perkara peredaran narkoba jenis sabu sabu dengan berat total 2,5 kilo gram. Diketahui, sabu tersebut dipasok oleh kakak Terdakwa yang ada di Rutan Klas I Medaeng Surabaya.

Hal itu sesuai dengan keterangan saksi didepan persidangan. Saksi yang didatangkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Suparlan SH dari Kejari Surabaya yakni Kusnan Efendi anggota SatResnarkoba Polrestabes Surabaya.

Menurut saksi, dia bersama tim menangkap terdakwa Yatiek di kamar kos Jalan Kuwukan I No 5 Surabaya. Saat ditangkap, saksi tidak menemukan barang bukti. Kemudian saksi lanjut melakukan penggeledahan di rumah Terdakwa yakni jalan Manukan Tama Blok G No 8 Surabaya.

“Disitulah kami menemukan sabu-sabu seberar 1076 gram, tujuh plastik klip berisi sabu 100,95 gram, 100,96 gram,101 gram, 82,75 gram,14,95 gram, 4,51 gram, 2,85 gram, satu timbangan elektrik, buku tabungan. Semua barang tersebut semuanya berada di dalam kardus Magic Com,” ujar saksi.

Terdakwa mengakui barang sabu tersebut didapat dari kakaknya Syaiful Anam yang saat ini berada di Rutan Medaeng.Untuk pengambilan barang sabu diarahkan oleh Syaiful Anam.Terdakwa hanya meletakan dekat rumah saja.

Tugas terdakwa adalah mengambil barang dan meletakkan barang untuk ranjauan. Upah untuk terdakwa Rp 200 ribu sampai Rp 500 ribu. “Bagaimana keterangan saksi polisi itu,” tanya hakim.

“Bukan saya yang punya barang itu yang mulia,” ujar terdakwa.

“Tapi kamu yang mengambil dan mengantar sabu itu kan,” tanya hakim lagi.

“Ya yang mulia saya hanya kurir yang diberi upah,” jelas terdakwa.

Sidang akan dilanjutkan Selasa 16 Februari 2021, dengan agenda saksi anak usia 13 tahun dan saksi lainnya.

Diketahui dalam bulan September 2020, sekira pukul 22.00 wib, Yatiek binti Matasan (alm)bersama saksi anak Syamsiatul Qomariyah alais Ria 13 tahun yang menggendong anak terdakwa masih berusia 8 bulan, mengambil paket sabu dari orang tak dikenal seberat 1 kilogram atas perintah Syaiful Anam (DPO) melalui telpone.

Selang 6 hari terdakwa kembali mengambil sabu 1 kilogram di jalan Margomulyo, dari orang yang mengendarai mobil Toyota Inova. Terdakwa juga menerima sabu di jalan Banyuurip Surabaya.Selanjutnya Syaiful Anam (DPO) memerintahkan membagi menjadi 10 bungkus.

Terdakwa menyerahkan sabu 500 gram kepada seseorang tidak dikenal, meranjau 3 gram sabu di puskesmas Manukan, 5 gram sabu di toko roti Holand Manukan, 2 gram sabu di belakang toko roti Holand, 1 gram sabu.

Terdakwa Yetiek mendapatkan upah 200 ribu hingga 500 ribu yang ditransfer ke rekening terdakwa dan dipakai untuk kebutuhan sehari-hari.

Selanjutnya pada Sabtu September 2020, sekira pukul 18.30 wib, saksi Adi Irawan, saksi Kusnan Efendi dari SatResnarkoba Polrestabes Surabaya menangkap terdakwa Yatiek di kamar kos Jl Kuwukan I No 5 Surabaya, tidak menemukan BB, setelah digeledah di rumahnya jalan Manukan Tama Blok G No 8 Surabaya, menemukan:
1 plastik teh cina berisi sabu 1.076 gram, 7 (tujuh) plastik klip berisi sabu 100,95 gram; 100,96 gram; 101 gram; 82,75 gram; 14,95 gram; 4,51 gram dan 2,85 gram serta 1 timbangan elektrik beserta buku tabungan yang semuanya berada di dalam kardus Magic Com. [uci/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar