Hukum & Kriminal

Jadi Ajang Balap Liar, Polres Ponorogo Amankan Ratusan Sepeda Motor

Kapolres AKBP Nur Azis dan Dandim 0802 Ponorogo Letkol INF Muhamad Radhi Rusin melihat ratusan motor hasil razia balap liar. (Foto/Humas Polres Ponorogo)

Ponorogo (beritajatim.com) – Di saat pemerintah menggalakkan PPKM Darurat, pemuda di Ponorogo malah melakukan aksi balap liar. Karena berpotensi memicu adanya kerumunan, Polres Ponorogo berhasil merazia sepeda motor yang diduga kuat sebagai ajang balap liar tersebut. Polisi berhasil mengamankan ratusan sepeda motor. Sepeda motor tersebut, selain tidak dilengkapi dengan surat-surat juga tidak sesuai dengan spesifikasi standar pabrik.

“Selama PPKM Darurat level 4 di Ponorogo ini, kami amankan 100 sepeda motor yang diduga untuk aksi balap liar,” kata Kapolres Ponorogo AKBP Muchamad Nur Azis, saat press release di Mapolres Ponorogo, Selasa (3/8/2021).

Azis saat press release juga didampingi oleh Dandim 0802 Ponorogo Letkol INF Muhamad Radhi Rusin, menyebut bahwa dari 100 sepeda motor, sebanyak 80 motor tidak spesifikasi standar pabrik. Sedangkan 20 sepeda motor sisanya tanpa dilengkapi dengan surat-surat yang sah. “Ya tidak sesuai spesifikasi standar pabrik itu misalnya menggunkan knalpot brong yang membisingkan telinga,” katanya.

Kebanyakan sepeda motor yang terjaring razia ini merupakan miliknya pelajar. Untuk menegakkan aturan, Azis mengatakan mereka yang terjaring razia ini dikenakan pasal 285 ayat 1 UU nomor 22 tahun 2009, yakni tentang Lalu Lintas jalan Persyaratan tehnis dan kelayakan jalan. Dengan ancaman sanksi 1 kurungan penjara atau denda tilang 250 ribu. “Sepeda motor kami tilang semua, sebagai bentuk efek jera,” katanya.

Sehingga bagi warga yang ingin mengambil sepeda motornya, harus menunjukkan surat bukti kepemilikan dan STNK-nya. Selain itu juga dikembalikan sesuai standar spesifikasi pabrik dulu. Ratusan sepeda motor yang dirazia itu, diamankan di beberapa titik lokasi. Yakni diantaranya di jalan baru kemuning atau arah waduk Bendo , jalan Ponorogo-Pacitan tepatnua di Dengok, jalan Ir. Juanda, seputaran kota dan jalan Suromenggolo. “Yang ingin mengambil ya harus bisa menunjukkan surat-suray yang sah dan harus dikembalikan ke standar pabrik,” pungkasnya. (end/kun)



Apa Reaksi Anda?

Komentar