Hukum & Kriminal

Istri Terkejut Pergoki Suami Gerayangi Tubuh Anak Tiri

Kasat Reskrim Polres Ponorogo AKP. Hendi Septiadi. (Foto/dok.beritajatim.com)

Ponorogo (beritajatim.com) – Aksi cabul pelaku BJ terhadap anak tirinya yang masih berumur 12 tahun dilakukan 2 kali. Yakni pada tanggal 4 dan 6 Januari 2021. Modus yang digunakan, awalnya pelaku BJ dan istri bercocok tanam di sawah. Nah, pelaku selalu pulang lebih awal dari istrinya tersebut. Karena istrinya belum ada di rumah, BJ leluasa untuk menggerayangi si anak tirinya itu. Aksi pencabulan itu dilakukan di siang hari di rumah.

“Jadi dari sawah itu pelaku pulang duluan, sehingga ada kesempatan untuk melancarkan aksi bejat pelaku kepada anak tirinya agar tidak ketahuan oleh sang ibu,” kata Kasat Reskrim Polres Ponorogo AKP. Hendi Septiadi, Selasa (12/1/2021).

Namun, seperti peribahasa sepandai -pandi tupai melompat, sekali waktu jatuh juga. Pada Rabu (6/1) sore, aksi cabul pelaku ketahuan oleh istrinya. Saat itu, melihat pelaku pulang, tak berselang lama kemudian sang istri juga ikut pulang dari sawah. Terkejutnya ibu korban saat tiba di rumah mengetahui bahwa melihat suaminya sedang menggerayangi anak perempuannya tersebut.

“Aksi kedua itulah dipergoki oleh istrinya dan berujung pelaporan pelaku ke polisi,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, aksi bejat dilakukan oleh BJ (50). Warga Desa Tulung Kecamatan Sampung itu, tega mencabuli anak tirinya yang masih berumur 12 tahun. Dengan alasan bersama-sama melihat tontonan di Youtube, Melati (nama samaran) berhasil dicabuli oleh BJ sebanyak 2 kali dalam medio bulan Januari ini.

Usai mendapatkan laporan pencabulan itu, petugas kepolisian langsung melakukan penangkapan terhadap pelaku saat masih berada di rumah istrinya, di Desa Tulung Kecamatan Sampung. Menurut keterangan pelaku, aksi cabulnya itu dilakukan 2 kali di awal bulan ini. BJ tega melakukan aksi tak senonoh itu lantaran tertarik dengan paras ayu dari si anak tirinya tersebut.

“Meski dicabuli, sang anak tidak berani melapor ke ibunya. Korban takut dimarahi oleh bapak tirinya tersebut, jika melaporkan ke ibunya,” katanya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku BJ dijerat dengan pasal 82 ayat 1, junto pasal 76 huruf E ayat 2 , undang -undang nomor 35 tahu 2014 tentang perlindungan perempuan dan anak.

“Pelaku diancam hukuman diatas 5 tahun penjara,” pungkasnya. [end/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar