Iklan Banner Sukun
Hukum & Kriminal

Istri Lihat Suami Perkosa Anak Kandung

Kasat Reskrim Polres Ponorogo AKP Jeifson Situros. (Foto/Istimewa)

Reporter : Endra Dwiono

Ponorogo (beritajatim.com) – Kasus bapak di Ponorogo yang tega menyetubuhi 2 anak kandungnya terbongkar setelah sang ibu melaporkannya ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan reserse kriminal (Satreskrim) Polres Ponorogo. Istri pelaku DW (63) memergoki suaminya DW sedang berbuat amoral kepada darah dagingnya sendiri.

“Yang melapor ibu korban. Ibunya juga pernah nge-gap suaminya sedang mencabuli putri kandungnya,” kata Kasatreskrim Polres Ponorogo, AKP Jeifson Sitorus

Aksi pencabulan dan persetubuhan pelaku DW berjalan mulus biasanya tak kala sang ibu seng pergi ke ladang. Saat itu, pelaku DW langsung melancarkan aksi pada anak kandungnya yang dalam keadaan tertidur. Sang anak mau tak mau melayani syahwat bapaknya setelah mendapatkan ancaman dari pelaku DW.

“Biasanya pelaku DW beraksi cabul terhadap putri kandungnya, saat sang istri pergi ke ladang. Korban pun terpaksa menuruti karena dibawah ancaman bapaknya tersebut,” katanya.

Lanjut Jeifson, tersangka tega mencabuli kedua anaknya tersebut karena kerap menonton film porno melalui hpnya. Sedangkan modus yang digunakan pelaku yakni dengan mengancam korban dan mengiming imingi sejumlah uang kepada korban, ketika sang istri sedang bekerja di landang.

“Modusnya ketika korban tidur dan sang ibu sedang bekerja di ladang, juga sempat mengancam dan diiming-iming uang,” jelas Jeifson.

Diberitakan sebelumnya, seorang pria yang berinisial DW (63), warga Kecamatan Ngebel Ponorogo ditangkap oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak ( PPA) Satreskrim Polres Ponorogo. Dia ditangkap karena diduga melakukan pencabulan dan persetubuhan terhadap dua anak kandungan sendiri. Bahkan perbuatan amoral DW itu sudah dilakukan sejak tahun 2013 atau sudah 8 tahun.

“Perbuatan pelaku DW itu pertama kali dilakukan pada tahun 2013, saat itu salah satu korbannya yang merupakan anaknya sendiri masih berumur 13 tahun,” kata Kasat Reskrim Polres Ponorogo AKP Jeifson Sitorus.

Jeifson menyebut jika dirunut hingga saat ini, pencabulan maupun persetubuhan pelaku kepada kedua korban sudah berkali-kali. Kali terakhir pelaku DW melakukan persetubuhan pada bulan November lalu.

“Pastinya perbuatan pelaku ini sudah dilakukan berkali-kali, terakhir pada bulan November lalu,” ungkap mantan Kasat Reskrim Kota Batu tersebut. [end/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar