Iklan Banner Sukun
Hukum & Kriminal

Istri Gugat Cerai Lonjakkan Perceraian di Lamongan

Lamongan (beritajatim.com) – Angka perkara perceraian di Kabupaten Lamongan meroket selama tahun 2021. Bahkan hingga Desember ini, Pengadilan Agama (PA) Kelas I A Lamongan mencatat ada 2911 perkara perceraian.

Panitera Muda Hukum Pengadilan Agama (PA) Lamongan, Mazir S.Ag, M.Si mengatakan, jumlah tersebut tercatat hingga pekan kedua bulan Desember ini. Menurutnya, perceraian ini didominasi oleh perempuan yang mengajukan cerai atau cerai gugat.

“Jumlah beban perkara yang masuk tahun 2021 ini, perceraian didominasi oleh perempuan atau cerai gugat sebanyak 2102 perkara. Sementara pengajuan oleh laki-laki atau cerai talak hanya 809 perkara,” ujar Mazir kepada wartawan, Selasa (21/12/2021).


Angka tersebut, Mazir menjelaskan, mengalami peningkatan jika dibandingkan selama tahun 2020. “Selisih 150 lebih untuk beban perkaranya, lebih banyak tahun ini,” sambungnya.

Selain itu, rentang usia yang mengajukan gugatan kebanyakan berkisar antara 30 sampai 50 tahun. “Paling banyak yang mengajukan perceraian di tahun ini adalah pasangan yang berusia 30 sampai 40 tahun, itu masih usia produktif,” ucap Mazir.

Penyebab terbesar, imbuh Mazir, disebabkan faktor ekonomi. Selain itu, penyebab terbesar keduanya adalah faktor perselingkuhan. “Disebabkan karena faktor ekonomi sejumlah 40 persen dan faktor perselingkuhan 25 persen,” ujarnya.

Selain itu, ada pula karena faktor perselisihan atau pertengkaran yang terus menerus. Serta faktor ditinggalkan oleh salah satu pihak dengan jumlah kasus 15 persen.

Namun data tersebut, kata Mazir, belum menjadi data final untuk tahun 2021. “Ini belum jumlah akhir. Karena Pengadilan Agama (PA) Lamongan akan tetap menerima perkara hingga 31 Desember 2021,” pungkasnya.[riq/kun]


Apa Reaksi Anda?

Komentar