Iklan Banner Sukun
Hukum & Kriminal

Terkait Kasus KDRT

Isteri Anggota DPRD Jatim Menolak Mediasi Dengan Suami

Bernike Hangesti kuasa hukum MM saat ditemui di Mapolda Jatim

Surabaya (beritajatim.com) – Kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang dialami MM (52) seorang dokter di Surabaya ini tak menemukan titik temu saat akan dilakukan upaya mediasi di Subdit IV Renakta Polda Jatim. Permohonan mediasi yang diajukan terlapor BK sang suami yang masih berstatus sebagai anggota DPRD Jawa Timur ini tak disambut baik oleh MM.

Bernike Hangesti kuasa hukum MM saat ditemui di Mapolda Jatim menyatakan, kliennya tidak datang ke Subdit IV Renakta Polda Jatim dalam upaya mediasi ini. Sebab kata Bernike, MM mengaku masih ada rasa trauma jika berjumpa dengan terlapor yang masih berstatus suaminya ini.

“Jadi klien kami saudara MM tidak datang dalam upaya mediasi ini, dan saudara MM juga sudah menyampaikan secara tertulis ke Kanit Renakta bahwa beliau menolak untuk mediasi dengan terlapor,” ujar Bernike, Jumat (17/9/2021).

Bernike menambahkan, dalam surat penolakan untuk mediasi yang ditulis MM disebutkan bahwa MM sudah bulat bersikap menolak untuk mediasi dan tetap melanjutkan proses hukum agar Terlapor mendapat hukuman yang setimpal.

“Melalui surat ini saya juga minta ijin untuk tidak mendatangi undangan mediasi karena saya sangat trauma, tersiksa dan mengganggu kesehatan saya akibat KDRT fisik dan psikis serta perilaku asusila dari BK,” ujar Bernike saat membacakan tulisan MM.

Bernike menyampaikan, kliennya juga menceritakan bahwa beberapa hari lalu kliennya juga kembali mendapat kekerasan psikis dari BK dengan merusak pintu kamar karena MM tidak mau membukakan pintu saat BK memanggil.

Lebih lanjut Bernike menyampaikan, MM juga meminta perlindungan hukum pada Ditreskrimum Polda Jatim atas kekerasan, tekanan, tindakan intimidasi dan segala hal yang mengancam kesehatan saya secara fisik, psikis dan seksual yang diduga akan dilakukan BK.

Dalam surat permohonan perlindungan hukum MM juga disebutkan bagaimana bentuk KDRT yang dilakukan BK yang mana kerap kali menampar, melakukan video seks dengan banyak perempuan. Bahkan MM juga diminta melayani hubungan seksual dengan melalui dubur , apabila MM menolak maka akan dipukuli. MM mengaku bertahan selama ini karena melihat anak-anak.

“Bahwa dititik keberanian ini, saya berusaha keluar dari keterpurukan hingga berani melaporkan apa yang saya alami bukanlah hal yang mudah, perlu perjuangan hebat. Saya berharap ibu-ibu penyidik dan kanit berpihak pada saya atas nasib saya dan kehidupan saya,” ujar Bernike membacakan surat permohonan perlindungan hukum yang diajukan MM.

Sementara BK beberapa waktu lalu sempat memberikan klarifikasi pada awak media atas dugaan KDRT yang dilakulan oleh dia. BK merasa bahwa hubungannya dengan isteri sangat harmonis dan masih tinggal satu rumah. BK juga menegaskan bahwa dirinya tidak pernah melakukan KDRT seperti yang diberitakan selama ini.

Bahkan BK juga menunjukkan bukti CCTV bahwa hubungannya dengan isteri sangat baik. BK juga mencertikan bagaimana keharmonisan dia dengan isteri saat sang isteri ulang tahun.

“Saya selama ini juga sangat terpukul dengan pemberitaan yang sangat menyudutkan saya karena hal itu juga berpengaruh pada kondisi psikis anak-anak saya,” ujar BK.

BK menambahkan jika apa yang dilakukan sang isteri ini bukanlah kehendak pribadi namun ada pihak tertentu yang mempengaruhi isterinya dengan tujuan menghancurkan rumah tangga dan juga karier politik BK. [uci/kun]


Apa Reaksi Anda?

Komentar